Ridwan Kamil Mau Masuk Parpol, Ini Prediksi Pakar UPI

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 09 Jun 2021 17:05 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menghadiri Halal bi Halal bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jabar dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jabar via konferensi video di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (21/5/2021).
Ridwan Kamil (Foto: Humas Pemprov Jabar)
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan akan menjemput takdir di Pilpres 2024. Bahkan Kang Emil sapaannya juga menyatakan akan masuk gabung ke partai politik (parpol) . Lalu apa pandangan pengamat politik?

"Menurut saya ini kemajuan dalam kamus politik Ridwan Kamil. Selama ini bagi Ridwan Kamil, partai politik bukan satu-satunya instrumen untuk mendapatkan kekuasaan. Ada faktor pengusaha, faktor organisasi yang lain. Namun untuk pilpres kan tidak ada jalan lain melalui partai politik. Oleh karena itu maka satu-satunya cara untuk maju dalam pilpres ya masuk ke partai politik. Karena menurut saya tidak mungkin partai politik mengusung calon di luar partai," ucap pengamat politik UPI Karim Suryadi kepada detikcom, Kamis (9/6/2021).

Karim mengatakan masuknya Kang Emil ke parpol juga membawa dampak segar bagi dinamika politik di lingkungan internal partai. Menurut dia, kompetisi di internal parpol lebih kompetitif.

"Jadi kalau Ridwan Kamil memutuskan masuk parpol dan ditakdirkan maju sebagai capres menurut saya bukan hanya baik bagi dirinya yang akan mempunyai preverensi politik yang tegas, tetapi juga menurut saya baik bagi proses demokrasi di Indonesia. Karena apa? Akan membuka persaingan internal partai politik. Sebab hanya di Indonesia ketua umum parpol itu begitu menonjol perannya. Coba bandingkan dengan parpol negara lain di Amerika Inggris Eropa lain jarang kita mendengar ketua partai politik itu. Karena apa? Mereka sudah mempunyai mekanisme menominasikan kandidat jadi melalui konvensi, pemilu internal dan lainnya," tutur dia.

Disinggung adanya pro dan kontra di internal partai apabila Kang Emil masuk, Karim menyatakan gubernur Jabar itu dinilai sudah melakukan pemetaan. Menurut dia, Ridwan Kamil akan menimbang partai mana yang akan dia masuki.

"Pasti akan ada ganjelan dari mesin politik. Tetapi itu bergantung kepada derajat keberterimaan sebuah parpol. Karena saya yakin ketika Ridwan Kamil masuk partai politik dia kan sudah membaca dua hal. Pertama kedekatan psikologi dia, dia merasa dekat dengan partai mana dan kedua akan membaca apakah mesin politiknya ketika dia masuk dia akan berjalan atau tidak. Saya yakin Ridwan Kamil akan dengan cermat membaca itu dan dia tidak akan menantang badai memasuki partai politik yang memiliki resistensi yang tinggi," katanya.

Lalu bagaimana peluang Kang Emil bila maju Pilpres 2024 dengan masuk ke parpol?

"Waktu menjelang pilpres terlalu jauh. Kalau kita memprediksi sekarang, itu prematur. Bahkan menurut saya survei-survei yang dilakukan sekarang prematur. Mengapa prematur? Karena akan banyak sekali terjadi kekuatan -kekuatan, peristiwa-peristiwa, gerakan-gerakan yang mempengaruhi komposisi, kekuatan nah sebab dalam politik apalagi ada kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah misalnya 2022 atau 2023 itu akan menyapu kekuatan politik dan akan mengubah peta kekuatan," kata dia.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil merupakan kepala daerah yang bukan kader partai politik. Namun, kini dia mengaku akan masuk parpol dan sedang melakukan pendekatan.

"Sebenarnya, saya dalam proses ikhtiar untuk berlabuh partai politik. Itu juga sedang saya kontemplasi, partai mana, tentunya kita komunikasikan," kata RK dalam acara d'RoofTalk detikcom, Selasa (8/6/2021).

Salah satu langkah yang dilakukan RK adalah bertemu dengan ketua umum dan elite partai politik. Tak heran jika beberapa waktu lalu dia bertemu dengan beberapa ketua umum (ketum) parpol.

"Makanya hari ini saya banyak membangun komunikasi. Kemarin kedatangan Mas AHY (Ketum Partai Demokrat), Pak Airlangga (Ketum Partai Golkar), sebelumnya ketemu Presiden PKS, ketemu Cak Imin (Ketum PKB), Ketemu Pak Surya Paloh (Ketum NasDem)," kata RK.

(dir/mud)