Sabisa Farm, Program Petani Milenial ala IPB Sejak 2013

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 03 Jun 2021 21:07 WIB
ilustrasi petani
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Bandung -

Konsep Petani Milenial yang digagas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil rupanya telah lebih dulu diterapkan Institut Pertanian Bogor (IPB). Rektor IPB Arif Satria mengatakan, pembentukan petani milenial sudah digulirkan sejak tahun 2013 melalui program Sabisa Farm.

Sabisa sendiri merupakan singkatan dari Sarana Belajar Mahasiswa Wirausaha. Arif mengatakan, program tersebut dibuka untuk mahasiswa semester 5 dan 7, sehingga saat lulus nanti tercipta wirausahawan sarjana.

IPB telah banyak menyediakan puluhan hektare lahan untuk petani milenial Sabisa Farm yang berlokasi di daerah Sindang Barang dan Sukamantri, Bogor. Lahan tersebut cocok untuk ditanam sayuran, buah-buahan hingga tanaman hias.

Lahan tersebut, menurut Arif, dapat dimanfaatkan bersama misalnya untuk pelatihan, magang, bahkan penelitian para peserta program Petani Milenial Juara dari Pemda Prov Jabar.

"Pemprov Jabar bisa menggandeng IPB dan kampus lainnya untuk program petani milenial, dari mulai pelatihan,mentoring, pemodalan, hingga menciptakan pasar," ujar Arif dalam keterangannya, ditulis Kamis (3/6/2021).

Arif mengatakan, dari 100 mahasiswa yang mendaftar tiap tahunya, rata-rata peserta tetap bertahan dan naik tingkat menjadi petani senior profesional.

"Dengan mentoring para alumni, bantuan modal alumni atau orang tua, mahasiswa berhasil menjadi petani mandiri hanya dalam satu tahun. Selanjutnya Alumni Sabisa Farm tersebut menjadi mentor calon petani milenial tahun berikutnya," katanya.

Arif mengatakan, banyak sumber pemodalan yang bisa digunakan untuk membiayai Sabisa Farm. Mulai dari modal perbankan hingga investor dengan pola bagi hasil. Bisa juga melalui hibah kompetitif yang disediakan Pemprov Jabar.

"(Di) Kami (Sabisa Farm), alumni membantu memberikan modal pada mahasiswa dengan sistem bagi hasil. Mereka ternyata tidak mau dibebani dengan cicilan dari pinjaman bank," pungkasnya.

Di sisi lain, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengklaim program Petani Milenial besutannya ini telah diadopsi oleh provinsi-provinsi lainnya di Indonesia. Menurut Emil, program ini bisa menjadi jawaban untuk mengatasi terjadinya potensi disrupsi pangan di masa depan.

"Sekarang sudah mulai di-copy-copy di provinsi-provinsi lain, sudah mulai mengikuti. Makanya kalau mau fair kita evaluasi tahun depan, saya janjikan dengan optimisme ilmiah saya, bahwa solusi masa depan itu adalah pangan yang antidisrupsi. Daerah desa hidup lagi yang biasanya (pemudanya) di kota, pendapatan mereka di atas UMR, dengan skill digital bisa menembus pasar dunia, ini adalah tawaran masa depan," tuturnya.

(yum/mud)