Angkot Ugal-ugalan Tabrak Pemotor di Bandung, Sopir Diduga Mabuk

Muhammad Iqbal - detikNews
Senin, 31 Mei 2021 16:11 WIB
Razia angkot di Kabupaten Bandung
Foto: Razia angkot di Kabupaten Bandung (Muhammad Iqbal/detikcom).
Kabupaten Bandung -

Aksi kejar-kejaran antara warga dan mobil angkutan kota (angkot) di Bandung viral di media sosial. Setelah menabrak sejumlah pengendara, ia diamuk oleh sejumlah warga.

Seperti dilihat detikcom pada akun Instagram @adalahkabbandung, mobil angkot melaju secara ugal-ugalan di Jalan Ciparay-Baleendah. Angkot tersebut dikejar oleh sejumlah massa yang kesal karena sopir kabur usia menabrak motor.

Dalam video tersebut, terlihat pula satu pengendara motor terpental setelah angkot menabraknya dari belakang. Meski diteriaki untuk berhenti, sopir tidak juga berhenti.

Saat kabur, sopir kembali menabrak pengendara motor hingga meninggal dunia di Baleendah. Setelah pelarian sepanjang 5 kilometer itu, sopir menabrak warung sate dan tidak bisa kabur.

"Kemarin saya lagi di dapur, tahu tahu kaca pecah dan suara keras gitu. Tahunya mobil angkot nabrak tungku bakar sate. Udah gitu kena motor saya terus masuk selokan. Udah nyelip enggak bisa ke mana mana," tutur anak pemilik warung sate Deden Zaenal Muttaqin.

Deden menuturkan, dari arah selatan berdatangan puluhan kendaraan motor. Mereka membawa sopir keluar mobil. Dirinya dan mobil angkotnya itu tidak lepas diamuk massa.

"Wah ada 50-an motor kayanya yang dateng. Si sopir langsung dipukul itu sama warga di tarik ke sana (depan toko). Untung datang polisi terus diamanin," kata Deden.

Di pihak lain, Kanit Lakalantas Polresta Bandung AKP Ngadiman mengatakan saat ini sopir tersebut tengah diperiksa oleh petugas kepolisian. Ia sempat mengalami luka memar akibat bogem warga.

Selain itu, petugas pun menduga sopir mengendarai angkot dalam keadaan mabuk. Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil tes urin yang dilakukan pihak rumah sakit.

"Patut diduga, kami masih melakukan tes urin dan lain lain. Nanti akan kami lakukan tindakan lanjut," ujar Ngadiman.

Usai kejadian tersebut, petugas kepolisian pun melakukan razia mobil angkot. Polisi menemukan sejumlah sopir yang tidak dilengkapi dengan surat kendaraan dan SIM.

"Hasil dari pada pemeriksaan hari ini, cukup banyak pelanggaran terutama tidak memiliki SIM umum, termasuk ijin trayek yang sudah mati dan STNK yang sudah kadaluarsa atau tidak membayar pajak," kata Kanit Turjawali AKP Kiki Hartaki.

Razia Angkot

Satlantas Polresta Bandung melakukan razia kepada mobil angkutan kota (angkot). Razia dilakukan pasca kejadian sopir angkot yang ugal-ugalan dan menabrak pengendara hingga tewas.

Sebelumnya, seorang sopir angkot melaju dengan ugal-ugalan di Jalan Raya Ciparay-Baleendah pada Sabtu (29/5) sore. Sopir tersebut menabrak empat kendaraan roda dua dan satu pengendara tewas.

"Kami dari Satlantas Polresta Bandung bersama unit lantas Polsek Baleendah bergabung dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung melaksanakan pemeriksaan kendaraan utama kendaraan angkot. Angkot yang melintas di jalur Ciparay Baleendah, untuk menindaklanjuti kejadian laka lantas pada hari Sabtu 29 Mei kemarin," ujar Kanit Turjawali Satlantas Polresta Bandung AKP Kiki Hartaki di Baleendah, Kabupaten Bandung, Senin (31/5/2021).

Lanjut Kiki, pihaknya masih menemukan sejumlah sopir angkut yang tidak membawa kelengkapan surat kendaraan. Banyak pula sopir tembak yang tidak memiliki SIM A.

"Hasil dari pada pemeriksaan hari ini, cukup banyak pelanggaran terutama tidak memiliki SIM umum, termasuk ijin trayek yang sudah mati dan STNK yang sudah kadaluarsa atau tidak membayar pajak," katanya.

"Karena ada di supir tersebut yang tidak memiliki SIM dan dipastikan hal tersebut merupakan supir cadangan. Yang jelas akan kami lakukan penindakan secara rutin terutama menghindari kecelakaan laka lantas," lanjutnya.

Dari hasil razia, ada lima kendaraan yang ditahan polisi dan 20 pengemudi diberikan surat tilang. Di pihak lain, petugas kepolisian saat ini tengah melakukan pemeriksaan kepada sopir angkot, Y (18), yang ugal-ugalan tersebut. Sebelumnya, ia mengalami luka parah akibat diamuk massa.

"Apabila memenuhi unsur akan kami lakukan penahanan," ujar Kanit Lakalantas Polresta Bandung AKP Ngadiman.

Saat diamankan, sopir tersebut tidak membawa surat lengkap kendaraan. Ia pun merupakan sopir tembak dan tidak memiliki SIM A.

Apabila terbukti, sopir tersebut akan disangkakan pasal 310 dan 312 UU Lalu Lintas. Ia pun terancam hukuman penjara selama 5 tahun.

(mso/mso)