ADVERTISEMENT

Cirebon Zona Merah, Simulasi PTM Dihentikan Sementara

Whisnu Pradana, Sudirman Wawad - detikNews
Selasa, 25 Mei 2021 15:08 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom).
Cirebon -

Pemerintah Kota Cirebon menghentikan sementara simulasi pembelajaran tatap muka (PTM). Hal itu dilakukan karena Kota Cirebon berada di zona merah atau zona berisiko tinggi penyebaran COVID-19.

Sekretaris Daerah Kota Cirebon Mulyadi mengatakan sejumlah sekolah saat ini tengah menggelar simulasi untuk mempersiapkan PTM yang direncanakan digelar pada Juli. Kendati dihentikan sementara, hal itu tak berarti rencana PTM dibatalkan.

"Memang saat ini sejumlah sekolah sudah melakukan uji coba PTM. Kami hentikan dulu uji coba, karena sekarang Kota Cirebon zona merah," kata Agus kepada awak media di Balai Kota Cirebon, Selasa (25/5/2021).

Agus mengatakan saat ini Kota Cirebon menerapkan perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proposional sampai 31 Mei sesuai kebijakan Gubernur Jabar. Agus meminta masyarakat dan pelaku usaha mematuhi kebijakan yang ada.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan tentang beberapa poin kebijakan yang diterapkan selama zona merah, seperti pembatasan jam operasional dan aktivitas pusat perbelanjaan, pasar rakyat dan rumah makan. Satgas COVID-19 meminta agar pengelola pusat perbelanjaan dan rumah makan hanya menampung 50 persen pengunjung. Penerapan kebijakan ini juga berlaku bagi pengelola hiburan, tempat wisata dan lainnya.

"Untuk fasilitas umum, termasuk Alun-alun Kejaksan juga dibatasi jam operasionalnya hanya sampai pukul 21.00 WIB. Pusat perbelanjaan, rumah makan dan warung-warung juga sampai pukul 21.00 WIB. Drive-thru masih diizinkan," kata Agus.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon Irawan Wahyono mengatakan sejatinya sekolah di Kota Cirebon siap untuk melaksanakan tatap muka. Fasilitas yang sudah disediakan di sekolah salah satunya adalah wastafel portabel yang sudah terpasang di beberapa titik.

Lebih lanjut, Irawan menyebut masing-masing sekolah telah menyiapkan skema penerapan protokol kesehatan (prokes) saat tatap muka. "Infrastruktur sudah siap. Kami akan mengikuti proses yang direkomendasi Satgas COVID-19 dan Dinkes," katanya dalam keterangan yang diterima detikcom.

Irawan mengatakan salah satu syarat agar PTM bisa dilaksankan adalah dibentuknya Satgas COVID-19 dengan melibatkan tenaga kesehatan. "Harus ada sarana mencuci tangan yang dilengkapi sabun dan air mengalir. Sekolah juga wajib menyediakan alat pengukur suhu tubuh, masker dan bisa mengakses layanan kesehatan di Puskesmas. Jadi intinya, jika belajar tatap muka digelar, kami melaksanakan sesuai apa yang direkomendasikan," kata Irawan.

Cimahi Siapkan Tim Evaluasi PTM

Sementara itu, Pemerintah Kota Cimahi bakal melakukan evaluasi hari pertama dan kedua pelaksanaan simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tingkat TK-SMP pada hari Rabu (26/5/2021).

Evaluasi tersebut sekaligus menentukan apakah simulasi PTM yang dilakukan sejak Senin (24/5/2021) hingga (31/5/2021) nanti bisa tetap dilanjutkan atau dihentikan sementara.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi Harjono mengatakan evaluasi simulasi PTM tersebut akan dilakukan oleh tim monitoring yang telah dibentuk. Di dalamnya merupakan gabungan dari Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan.

"Simulasi PTM pada hari Senin-Selasa akan kita evaluasi pada hari Rabu. Hasilnya disampaikan ke Pak Plt Wali Kota untuk ditindaklanjuti apakah akan dilanjut atau tidak," ungkap Harjono kepada wartawan, Selasa (25/5/2021).

Teknis evaluasi simulasi PTM tersebut yakni tim monitoring mengisi form isian mengenai kesiapan serta pelaksanaan simulasi PTM di setiap sekolah selama dua hari pertama.

"Tim monitoring ini dibekali dengan form isian yang harus diisi. Jadi ada empat klaster resesi yang mewakili penilaian evaluasi yakni buruk, cukup, baik, dan baik sekali. Ada skoring untuk setiap sekolah, nanti itu yang akan menentukan hasil akhirnya seperti apa," terangnya.

Pihaknya berharap semua sekolah mulai dari tingkat TK, SD, hingga SMP yang menjalani simulasi PTM kali ini masuk kategori baik dan baik sekali.

"Nanti kita lihat kalau sekolah itu banyak anyg tidak memenuhi list pertanyaan, maka hasil evaluasi diserahkan ke pimpinan apakah akan dihentikan atau di-hold dulu agar sekolah meningkatkan kemampuan dan kesiapan mereka," tegasnya.

Lihat juga Video: Hore! Zona Merah Covid-19 RI Turun Menjadi 7 Daerah

[Gambas:Video 20detik]




(mso/mso)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT