Guru di Sukabumi Diteror Pinjol, Penagih Ancam Sebar Foto Bugil Editan

Syahdan Alamsyah - detikNews
Kamis, 20 Mei 2021 16:56 WIB
Pinjam Online Abal-abal
Ilustrasi pinjaman online (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)
Sukabumi -

RN (43), guru di Kabupaten Sukabumi, mendapat teror dari penagih utang sebuah aplikasi pinjaman online (pinjol). Sang penagih mengancam akan menyebar foto bugil hasil editan perempuan tersebut.

Kisah itu dituangkan RN dalam sebuah surat yang ia layangkan sebagai bentuk laporan pengaduan kepada Polsek Nagrak, Resor Sukabumi. detikcom sudah meminta izin mengutip isi surat tersebut kepada Yana, kakak kandung RN.

"Tanggal 12 Mei pukul 14.00 WIB, saya sedang di rumah tiba-tiba menerima pesan lewat aplikasi WhatsApp. Pesan itu berisikan foto-foto gambar diri saya berikut KTP saya, pelaku juga meminta uang dengan alasan bahwa saya memiliki utang pinjaman online dari aplikasi sebesar Rp 2 juta," ungkap RN, dikutip detikcom dari surat pengaduan yang ia buat, Kamis (20/5/2021).

Saat itu, RN memilih mengabaikan pesan tersebut. Namun, setelah itu, ia kembali menerima pesan gambar berisi foto telanjang seorang perempuan tanpa wajah yang disertai foto KTP miliknya.

"Pelaku mengirimkan foto-foto gambar diri saya dengan KTP saya, berikut foto telanjang badan seorang perempuan tanpa muka (wajah) yang sudah diedit. Mengancam saya apabila pada hari ini belum juga mentransfer uang, foto-foto yang terdapat gambar foto telanjang tersebut akar disebarluaskan," kata RN.

Dalam surat tersebut RN menyertakan sebuah nomor virtual akun salah satu bank milik pemerintah. Dia diminta mengirimkan uang yang disebut sebagai utang piutang kepada aplikasi pinjol tersebut.

"Sehubungan dengan uraian kronologis singkat tersebut di atas, saya merasa ketakutan karena bisa merusak kehormatan saya dan keluarga besar saya. Selain itu, juga saya sebelumnya memang tidak pernah merasa meminjam kepinjaman online yang dimaksud tersebut. Karena itu, saya selaku korban memohon kepada pihak kepolisian Nagrak untuk dapat melakukan proses penyelidikan lebih lanjut sesuai dengan aturan hukum yang berlaku," kata RN dalam surat yang ia tandatangani di atas meterai.