Liburan ke Bunbin Bandung Saat Lebaran, 2 Warga KBB Terpapar COVID-19

Whisnu Pradana - detikNews
Selasa, 18 Mei 2021 19:19 WIB
Pengunjung memadati Kebun Binatang Bandung
Suasana Bunbin Bandung saat libur Lebaran (Foto: Wisma Putra)
Bandung Barat -

Dua warga Kabupaten Bandung Barat (KBB) diketahui positif COVID-19 usai menjalani rapid test antigen di Kebun Binatang Bandung, Minggu (16/5/2021).

Saat itu pengunjung yang datang ke Kebun Binatang Bandung cukup membludak lantaran sedang menghabiskan masa libur Lebaran. Berangkat dari hal itu pihak pengelola dan Dinkes Kota Bandung kemudian melakukan tes acak rapid test antigen kepada pengunjung.

Kepala Dinas Kesehatan Bandung Barat Eisenhower Sitanggang membenarkan jika ada dua warga KBB yang positif COVID-19 saat berkunjung ke Kebun Binatang Bandung.

"Ya ada dua warga KBB yang terkonfirmasi COVID-19 waktu rapid test antigen di Kebun Binatang Bandung. Mereka warga Padalarang," ungkap Eisenhower kepada wartawan, Selasa (18/5/2021).

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Bandung untuk melakukan penanganan lanjutan terhadap kedua warga tersebut. "Saat ini keduanya sedang menjalani isolasi mandiri di rumahnya karena masuk kategori pasien tidak bergejala," bebernya.

Pihaknya juga langsung melakukan tracing kepada orang-orang terdekat yang bersangkutan serta mencari tahu dari mana mereka bisa terpapar. Saat ini pihaknya terus mengumpulkan data terkait sejumlah warga positif COVID-19 usai melakukan perjalanan untuk memfasilitasi tempat isolasi.

"Sedang kita data juga, berapa jumlah pelaku perjalanan liburan atau ke luar daerah asal KBB yang libur lebaran kemarin dan terkonfirmasi positifCOVID-19. Hal ini untuk memudahkan penanganan dan tracing di lingkungan sekitar mereka,"tandasnya.

Sementara itu, Marketing Communication Kebun Binatang Bandung Sulhan Syafii membenarkan ada tujuh pengunjung Kebun Binatang Bandung yang positif COVID-19, termasuk dua di dalamnya warga Bandung Barat.

"Iya betul ada tujuh yang positif, itu dari 420 orang yang dirapid test antigen. Semuanya kan random sampling, jadi tidak mengarah ke pihak mana untuk dites," ungkap Sulhan saat dihubungi.

Pihaknya sendiri hanya bertindak sebagai fasilitator tempat pelaksanaan rapid test antigen. Setelah ditemukan tujuh orang yang positif tersebut, penanganan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Bandung dan daerah masing-masing pasien positif.

"Jadi kita menyediakan tempat saja, pelaksananya Dinkes Kota Bandung. Setelah itu Dinkes Kota Bandung menghubungi dinkes daerah pengunjung yang positif, termasuk KBB," pungkasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2