Larangan Mudik Berakhir, Ratusan Pemudik Tiba di Stasiun Kiaracondong

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 18 Mei 2021 19:10 WIB
Pemudik Tiba di Stasiun Kircon Bandung
Pemudik tiba di Stasiun Kiaracondong Bandung. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Bandung -

Aktivitas di Stasiun Kiaracondong Bandung mulai kembali bergeliat, satu hari setelah periode larangan mudik berakhir, Selasa (18/5/2021). Ratusan pemudik mulai berdatangan ke Kota Bandung.

Wati (38) tiba di Bandung pada pukul 17.06 WIB di Stasiun Kiaracondong. Dengan menumpang kereta Kutojaya Selatan, ia bersama anaknya baru saja pulang dari kampung halamannya di Kutoharjo.

"Saya ke Bandung pulang, kemarin ke Kutoarjo pulang ke rumah orang tua. Ada dua minggu di sana, saya kerja tidak terikat jadi bisa pulang dulu," ujar Wati.

Yuli (42), mengaku baru pulang ke Bandung hari ini untuk menghindari penyekatan. Ia berangkat dari kampungnya di Sidoarjo, setelah larangan mudik berakhir. "Karena kemarin kan untuk menghindari penyekatan itu biar lebih santai ya, memang jadwal masuk kerja saya besok," kata Yuli.

Humas PT KAI Daop 2 Bandung Kuswardoyo mengatakan diperkirakan pada malam ini akan tiba 350 pengguna jasa kereta api di Kiaracondong. "Untuk datanya saya tidak memegang total, tapi jam 9 malam yang kami terima sekitar 350 penumpang tiba di Kircon," kata Kuswardoyo.

Menurut dia, sebagian besar penumpang yang tiba hari ini berasal dari Kutoarjo. Pihaknya pun tetap konsisten menjalankan pembatasan kapasitas penumpang, di masa pengetatan perjalanan ini.

"Kami memberlakukan pembatasan penumpang, kapasitas angkut kereta ini 518 tempat duduk untuk kereta ekonomi. Apabila tiket terjual habis kan tidak mungkin pengguna transportasi lain bisa melakukan perjalanan," ujarnya.

Ia mengaku terdapat lonjakan jumlah penumpang yang signifikan setelah masa larangan mudik berakhir. Pada 6-17 Mei kemarin, rata-rata penumpang yang berangkat dari Daop 2 hanya berjumlah 300 penumpang, tetapi hari ini mencapai 4.500 penumpang.

"Kami sediakan 5.700 tempat duduk, tadi pagi sudah 80 persen, artinya 4.500 lebih pengguna yang menggunakan jasa kereta ini," kata Kuswardoyo.

(yum/bbn)