Survei Capres IPRC: Prabowo, Jokowi dan Ridwan Kamil Teratas

Wisma Putra - detikNews
Minggu, 09 Mei 2021 14:58 WIB
Ilustrasi Fokus Nasib Pilkada Langsung (Andhika Akbaransyah)
Foto: Ilustrasi (Andhika Akbaransyah)
Bandung -

Indonesian Politics Research and Consulting (IPRC) merilis hasil survei terbaru terkait kandidat calon presiden 2024. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Prabowo Subianto menjadi kandidat terkuat untuk maju di Pilpres 2024, kemudian Joko Widodo diurutan kedua dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil berada di urutan ketiga.

Survei itu dilakukan IPRC pada 20-30 April dengan menggunakan metode multistage random sampling terhadap 400 responden di sembilan kabupaten dan kota di Jawa Barat, yakni Kota Depok, Bekasi, Bogor, Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Garut, Purwakarta, Karawang dan Cirebon.

Direktur Eksekutif IPRC Firman Manan mengatakan dalam simulasi terbuka terkait kandidat calon presiden pada pemilu 2024, 13,1% responden memilih Prabowo Subianto, disusul Joko Widodo di urutan kedua dengan dipilih 10,4% responden.

"Di posisi ketiga ada Ridwan Kamil yang dipilih 7,1% responden," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Minggu (8/5/2021).

Firman mengungkapkan sebagian besar responden belum menentukan pilihan terkait kandidat calon presiden yang akan dipilih jika Pilpres digelar saat survei dilakukan.

"51,8% responden tidak menjawab, belum punya pilihan," ujarnya.

Sementara itu, saat disinggung terkait nama Ridwan Kamil yang berada di urutan ketiga. menurut Firman hal itu terjadi karena mayoritas responden belum mengetahui orang nomor di Jabar itu berpotensi maju di Pilpres 2024.

"Hanya sedikit masyarakat Jawa Barat yang tahu Kang Emil ini bisa maju. Merek tahunya Kang Emil ini hanya gubernur," ucapnya.

Menurutnya apabila Ridwan Kamil ingin maju di Pilpres 2024 harus lebih menonjolkan citra sebagai pemimpin nasional. Salah satunya dengan menambah intensitas pembahasan isu nasional.

"Memang ada keterbatasan bagi Kang Emil untuk membahas isu-isu nasional, karena posisinya sebagai gubernur," jelasnya.

Oleh karena itu, menurutnya Emil harus lebih sering mencitrakan diri sebagai tokoh nasional agar semakin banyak warga yang tahu bahwa Ridwan Kamil siap maju di pesta demorkasi lima tahunan mendatang.

Sementara itu, Pakar Politik dan Keamanan Universitas Padjajara Muradi menilai peluang Prabowo dan Ridwan Kamil tergantung wacana yang saat ini mengemuka terkait diperbolehkannya presiden menjabat hingga tiga periode. Jika dibolehkan, Muradi meyakini Joko Widodo akan maju kembali sehingga peluangnya untuk menang kembali besar.

"Memang Pilpres ini unik, mereka (responden) cenderung memilih calon yang sama dengan 2014 dan 2019," ungkapnya.

Menurutnya, hal ini terjadi karena kurang adanya informasi mendalam yang diterima responden terkait masa jabatan presiden yang hanya dua periode. "Informasi tak terlalu dalam ke responden, sehingga memilih yang sama," ucapnya.

Disinggung nama Prabowo yang kembali muncul, menurutnya hal ini terjadi karena responden masih melihat sosok tersebut sebagai referensi keagamaan bagi mayoritas responden tersebut. "Kultur pemilih di Jawa Barat ini konservatif," ujarnya.

(wip/mso)