Antisipasi Pemudik yang Lolos, Jabar Siapkan Ribuan Ruang Isolasi Corona

Wisma Putra - detikNews
Minggu, 09 Mei 2021 10:08 WIB
Ruang isolasi mandiri COVID-19 di Bandung Barat
Foto: Ruang isolasi mandiri COVID-19 di Bandung Barat (Istimewa).
Bandung -

Antisipasi pemudik lolos dari penyekatan, ruang isolasi COVID-19 di desa Jawa Barat terus bertambah. Saat ini di Jabar sudah ada 2.911 unit yang tersebar di 617 kelurahan dan desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jawa Barat Bambang Tirtoyuliono mengatakan penambahan ruang isolai ini terus dilakukan sebagai antisipasi adanya pemudik yang lolos dari penyekatan. Jumlah ini akan terus bertambah, seperti diketahui Jabar merupakan salah satu yang memilki banyak pemudik.

Bambang menyebut, sejumlah bangunan mulai dari kantor pemerintahan hingga rumah warga difungsikan menjadi ruang isolasi selama masa mudik Lebaran 2021 ini "Jadi bukan membangun baru," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Minggu (9/5/2021).

Bambang berujar, nantinya pemudik ilegal yang lolos dari penyekatan tidak bisa langsung menuju rumah keluarganya, tetapi harus diisolasi selama lima hari. "Sesuai dengan amanat undang-undang," ujarnya.

Meski demikian, Bambang mengklaim hingga saat ini tidak ada pemudik yang dikarantina. "Artinya larangan dan penyekatan pemudik ini efektif menahan laju pemudik," tambahnya.

Selain itu, Bambang menyebut, deusa-desa di wilayahnya sudah terdapat posko Satgas COVID-19. Menurutnya dari 5.312 kelurahan dan desa yang ada di Jawa Barat, sudah terdapat 11.056 posko. "Jadi ada setiap RW yang masing-masing punya posko," tuturnya.

Satgas COVID-19 ini terdiri dari berbagai unsur mulai dari kepolisian, TNI, Satpol PP, aparatur desa dan RW, masyarakat sekitar, hingga petugas kesehatan.

"Tugasnya memberikan edukasi terkait COVID-19 dan protokol kesehatan, dan mencatat masyarakat yang keluar masuk dari dan ke desa, RW," ucapnya.

"Melakukan penyemprotan, dan membawa ke rumah sakit bagi pasien yang memerlukan," tambahnya.

Tak hanya itu, menurut dia satgas ini akan mendata warga terjangkit COVID-19. "Salah satu tugas satgas penanganan covid 19 di desa melakukan inventarisasi dan identifikasi. Juga melakukan penyemprotan rutin, mendata yang terjangkit," paparnya.

Lebih lanjut, Bambang mengatakan pihaknya akan terus memantau kondisi dan persiapan di desa dalam menyiapkan posko dan ruang karantina COVID-19. "Kita sudah kroscek di tiga titik, di Wanguraeja, Cikole, KBB. Juga di Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Sukabumi," katanya.

Pemantauan dilakukan dengan melibatkan aparatur sipil negara di bawahnya. "Semua dari DPMDesa provinsi akan turun untuk memantau, bekerjasama dengan DPMD kabupaten/kota," ujarnya.

Tonton juga Video: Pemkab Purwakarta Siapkan Ruang Isolasi Bagi Pemudik Colongan

[Gambas:Video 20detik]




(wip/mso)