Soal Kepala Daerah Dapat THR, Bupati Sukabumi Janji untuk Bansos

Syahdan Alamsyah - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 19:34 WIB
Bupati Sukabumi Marwan Hamami
Bupati Sukabumi Marwan Hamami (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi -

Kepala daerah rencananya mendapatkan jatah Tunjangan Hari Raya (THR) pada tahun ini. Kebijakan ini merupakan yang pertama kali setelah pada tahun sebelumnya kepala daerah dan wakilnya tidak mendapatkan THR.

Bupati Sukabumi Marwan Hamami masih mempelajari terkait rencana pemerintah tersebut. Namun bila menerima, Marwan berjanji menyalurkan THR miliknya itu untuk pos bantuan sosial (bansos).

"Rencana untuk pos bantuan sosial, mengingat saat ini masih pandemi nanti kita salurlan ke wilayah yang memang tercatat benar-benar membutuhkan," ucap Marwan usai rapat dinas di ruang pertemuan Sekretariat Daerah (Setda) di Palabuhanratu, Selasa (4/5/2021).

Dia mengaku tidak mengetahui kaitan keuangan termasuk menyangkut gajinya sebagai kepala daerah apalagi menurutnya soal THR, semuanya ia sudah terbiasa poskan untuk bantuan sosial.

"Boro-boro tahu soal itu, semuanya diposkan untuk kegiatan sosial," kata Marwan.

Soal Mudik dan Aturan Salat Idul FItri

Terkait larangan mudik bagi PNS, Bupati Marwan meminta untuk tidak ada aktivitas tersebut. "Awasi saja, kalau ketahuan tinggal laporkan. Apalagi kalau PNS kan ketahuan plat merah nanti saya yang ambil tindakan," tegas Marwan.

Sementara soal wisata yang diprediksi akan melonjak saat libur lebaran, Marwan hanya mengkhususkan untuk pengunjung asal Sukabumi saja. Sementara dari luar daerah akan dilarang masuk ke Sukabumi.

"Wisata boleh, tapi wisata Sukabumi hanya untuk orang Sukabumi, jadi tidak ada yang dari Cianjur masuk ke Sukabumi termasuk Bogor meskipun plat nomornya leter F sama bisa terdeteksi," kata Marwan.

Kebijakan itu dijelaskan Marwan untuk menghindari masuknya orang dari zona merah yang berpotensi menambah penyebaran COVID-19. "Begitu juga dengan salat idul Fitri, tidak dipusatkan. Silahkan laksanakan di masing-masing wilayah. Tapi tidak diajak untuk dipusatkan oleh kecamatan atau kades. Biasanya alun-alun Palabuanratu, hari ini tidak boleh. Alun-alun boleh dimanfaatkan untuk salat Idul Fitri tetapi hanya orang kaum (warga sekitar) misalnya atau orang Jamban yang dekat, Canghegar, Badak Putih, jangan ke sini," tutur Marwan.

"Ditakutkan jika dipusatkan orang tidak dikenal, dari zona merah Bandung datang bisa terindikasi atau tertular yang dekat dengan dia. Sukabumi sedikit-sedikit naik karena banyak yang pulang," ujar Marwan menambahkan.

(sya/bbn)