Mudik Lokal Dilarang, Satgas COVID-19 Jabar: Kita Ikuti Aturan Pusat

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 14:55 WIB
Ilustrasi perantau berbondong-bondong datang ke kota.
Ilustrasi mudik (Ilustrator: Edi Wahyono/detikcom)
Bandung -

Satgas COVID-19 Jawa Barat menegaskan mudik lokal tetap dilarang pada masa larangan mudik 6-17 Mei 2021. Kendati begitu, mobilitas warga antar daerah masih diperbolehkan di dalam wilayah aglomerasi.

"Dalam aturannya mobilitas di dalam wilayah aglomerasi masih diperbolehkan. Intinya kalau masih ada istilah mudik, khawatir terjadi kerumunan," ujar Ketua Harian Satgas COVID-19 Jabar Daud Achmad saat dihubungi wartawan, Selasa (4/5/2021).

Daud mengatakan, mudik, pulang kampung atau istilah lain yang sejenis tak diizinkan. Dikhawatirkan, menurut dia, terjadi penularan virus di dalam interaksi yang sangat lekat.

"Jadi misalnya cipika-cipiki (cium pipi), soalnya wabah itu menular dari manusia ke manusia. Jadi Jabar akan ikuti aturan dari pusat," ujar Daud.

Dishub Jabar menegaskan agar warga jangan coba-coba merekayasa dokumen izin perjalanan dan dokumen kesehatan. Pasalnya, ada delik pemalsuan pidana yang akan diproses polisi.

Rekayasa itu juga tak terbatas pada dokumen, modus kendaraan barang atau kendaraan pribadi dengan mengirimkan barang terpisah lebih dulu dan berpakaian seolah-olah tak melaksanakan perjalanan jauh juga bisa kena sanksi.

"Kemudian ada yang rela sambung-menyambung angkutan umum. Hal itu sudah pernah terjadi tahun lalu dan kami, maupun polisi sudah paham dan sudah siapkan antisipasinya," ujar Kadishub Jabar Hery Antasari dalam keterangannya, Senin (3/5).

Tonton juga Video: Larangan Mudik Narasi Tunggal, Pejabat Lain Tak Boleh Beda

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2