Soal Luka Sopir Taksi Online, Habib Bahar: Jaksa Asal-asalan!

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 13:47 WIB
Terdakwa kasus dugaan penganiayaan terhadap remaja Bahar bin Smith memegang bendera merah putih seusai menjalani sidang putusan di gedung Arsip dan Perpustakaan, Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/7/2019). Majelis hakim menjatuhi hukuman kepada Bahar bin Smith tiga tahun penjara, denda Rp50 juta dan subsider satu bulan kurungan. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/foc.
Habib Bahar bin Smith (Foto: Antara Foto)
Bandung -

Habib Bahar bin Smith menuding dakwaan jaksa penuntut umum terkait kasus penganiayaan terhadap sopir taksi online asal-asalan. Sebab, kondisi Andriansyah selalu korban hanya mengalami luka ringan.

Tudingan Bahar itu terjadi dalam sidang lanjutan perkara tersebut yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (4/5/2021). Bahar mengikuti jalannya persidangan melalui virtual dari Lapas Gunung Sindur.

Tudingan Bahar itu bermula saat Bahar bertanya kepada saksi Hendri Nafis yang dihadirkan pengacara sebagai saksi meringankan. Hendi sendiri merupakan kakak ipar korban Andriansyah.

"Saudara saksi, lihat keadaan Andriansyah setelah kejadian selang berapa jam? Berapa hari atau berapa minggu?" tanya Bahar.

"Setengah jam, waktu Andriansyah di Polsek," jawab Hendri.

Hendri dalam kesaksian sebelumnya mengaku ditelepon oleh Andriansyah untuk menjemput di polsek. Hendri datang ke polsek yang berjarak 20 menit dari kediamannya.

"Setengah jam setelah kejadian, saudara melihat (kondisi) bagaimana? Mengalami luka berat seperti dakwaan jaksa. Menurut saudara yang melihat langsung yang diderita, dirasa luka berat atau ringan?" Bahar menanyakan.

"(Luka) ringan habib, yang telepon adik saya sendiri. Kalau luka berat, bukan dia yang telepon," ucap Hendri.

"Posisinya bisa berdiri? Tidak cacat? Bisa melihat? Mendengar? Normal?" ujar Bahar lagi.

"Tidak (cacat), adik saya yang telepon sendiri," kata Hendri menjawab.

Selanjutnya
Halaman
1 2