Pengacara Korban Penganiayaan Habib Bahar Bicara soal Pencabutan LP

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 13:16 WIB
Sidang Habib Bahar
Sidang Habib Bahar (Foto: Dony Indra Ramadhan)
Bandung -

Upaya pencabutan laporan polisi (LP) yang dibuat sopir taksi online atas penganiayaan yang dilakukan oleh Habib Bahar bin Smith sudah dilakukan. Pihak pelapor Andriansyah hanya berkirim surat ke Polisi untuk pencabutan itu.

Hal tersebut diungkapkan Hendi Pratama kuasa hukum Andriansyah yang ditunjuk korban untuk mendampingi dan mengurus proses pencabutan itu. Dia dihadirkan sebagai saksi meringankan oleh pihak habib Bahar di persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (4/5/2021).

Hendi bercerita saat itu ia ditunjuk oleh Andriansyah pada 28 Oktober 2020. Dia diminta Andriansyah untuk mengurus proses pencabutan LP.

"Saya diberikan kuasa oleh Andriansyah. Untuk bahwa kasus ini berdamai," ujar Hendi.

Tiga hari setelah mendapatkan kuasa dari Andriansyah, Hendi mulai mengurus proses pencabutan laporan. Awalnya, dia datang ke Polres Bogor namun diarahkan ke Polda Jabar.

"Kami tidak hadir kami bersurat. Hasilnya tuh setelah bersurat, kami pikir berhenti, tidak diproses panjang. Suatu ketika klien kami dipanggil di Polsek Setiabudi Jakarta untuk BAP," tutur Hendi.

"Berarti permintaan (pencabutan laporan) tidak dikabulkan?," tanya hakim Surachmat yang memimpin persidangan.

"Tidak dijawab, tapi proses berjalan. Jadi saya pikir restorative justice tidak berjalan," jawab Hendi.

Jaksa penuntut umum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat lantas bertanya mengenai alasan pencabutan laporan itu. Termasuk proses yang dilakukan dalam upaya pencabutan tersebut.

"Kami ke Polres Bogor diarahkan ke Bandung. Saat itu PSBB ketat (sehingga) nggak ke Bandung kami bersurat ke instansi terkait," kata Hendi.

Jaksa pun lantas mencecar terkait restorative justice yang disebut Hendi sebelumnya. Jaksa menanyakan terkait mekanisme yang dilakukan dalam upaya pencabutan laporan itu.

"Apa mekanismenya? Apakah sudah bersurat tadi? Apakah ada hal yang saudara lakukan. Ini bukan delik aduan ini delik biasa. Apa selain surat yang dilakukan?," tanya Jaksa.

"Kami hanya bersurat saja karena saat itu PSBB ketat," kata Hendi.

(dir/mud)