Mentan Sebut Petani Indonesia Bertambah 8 Juta Selama Pandemi

Sudirman Wamad - detikNews
Jumat, 30 Apr 2021 19:09 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo
Mentan Syahrul Yasin Limpo (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Cirebon -

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan jumlah petani di Indonesia meningkat selama pandemi COVID-19. Jutaan masyarakat Indonesia yang terdampak pandemi beralih profesi menjadi petani.

"Itu terjadi selama pandemi COVID-19. Semua aktivitas ekonomi lain turun, sedangkan pertanian meningkat. Jadi akselerasi pertanian jadi tinggi sekali. Petani baru kita itu ada delapan juta," kata Syahrul usai memberikan bantuan alat mesin pertanian di Desa Wanasari, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Jumat (30/4/2021).

Syahrul menjelaskan pertanian sejatinya menciptakan lapangan pekerja baru saat pandemi. Ia tak menampik sebagian masyarakat yang terkena PHK saat pandemi beralih menjadi petani.

"Di kampung ada uang, caranya dengan bertani. Nah, bertani itu ada sayuran yang bisa dipanen dalam satu bulan, ada dua bulan, dan ada juga yang tiga bulan," ucap Syahrul.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPR RI Ono Surono mengatakan banyak sektor yang terguncang akibat COVID-19, salah satunya pariwisata. Namun, pertanian merupakan sektor bisnis yang masih tak goyah ketika pandemi.

Ono juga mengaku sering mendapati perusahaan yang mencoba mempertahankan karyawannya dengan memanfaatkan lahan pertanian seadanya. "Ada karyawan hotel yang disuruh bosnya untuk mengelola lahan, ya ditanam sayuran yang panennya cepat. Untuk menghindari pemecatan," kata Ono.

Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan banyak pemuda yang memilih menjadi petani karena minimnya lapangan pekerjaan selama pandemi. "Banyak pemuda yang berpikir, karena pekerjaan atau perusahaan tidak melakukan rekrutmen selama pandemi. Alternatifnya adalah pertanian. Di era COVID-19 ini salah satu bisnis yang terus berjalan adalah pangan," ujar Ono.