48 Penyandang Tunanetra Jalani Vaksinasi COVID-19 di Bandung Barat

Whisnu Pradana - detikNews
Sabtu, 24 Apr 2021 20:32 WIB
Tunanetra Vaksinasi Bandung Barat
Penyandang tunanetra mengikuti vaksinasi. (Foto: Whisnu Pradana/detikcom)
Bandung Barat -

Keterbatasan fisik tak menyurutkan niat 48 orang penyandang tunanetra untuk ikut melakukan program vaksinasi COVID-19 sebagai upaya memutus penyebaran virus dan pandemi yang setahun belakangan mendera.

Para penyandang tunanetra dari Perkumpulan Tunanetra Kristen Indonesia (Petki) dan Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kota Bandung itu menjalani vaksinasi COVID-19 di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/4/2021).

Berjalan perlahan sambil dituntun para pendampingnya mereka antusias menuju meja skrining sebelum akhirnya disuntik vaksin COVID-19. Tak lupa tongkat penunjuk jalan digenggam erat.

Ketua Umum Petki Yanto Pranoto menjadi orang yang pertama menerima suntikan vaksin COVID-19. Dirinya mengatakan jika disabilitas terutama penyandang tunanetra juga jadi pihak yang wajib diprioritaskan untuk menerima vaksinasi.

"Untuk para penyandang tunanetra ini kan kebanyakan kerja sebagai tukang pijat atau massage, nah mereka kontak dengan orang. Kita minta diprioritaskan untuk divaksinasi tujuannya biar aman. Dan akhirnya disetujui pemerintah juga," ucap Yanto kepada detikcom.

Yanto mengatakan jika seharusnya penyandang tunanetra dari Petki dan Pertuni yang menjalani vaksinasi sebanyak 50 orang. Namun jumlah itu berkurang karena ada beberapa orang yang mendadak mengundurkan diri.

"Faktanya pendaftar banyak tapi banyak juga yang akhirnya mundur dengan beragam alasan. Misalnya sebelum puasa ada vaksinasi di Jakarta targetnya 300 orang tapi yang datang 50 orang. Intinya sih masih ada keraguan seperti ada yang berpikir virus ini tidak ada, vaksinnya aman atau tidak, dan kebanyakan karena keyakinan mereka," tutur Yanto.

Kendati demikian, pihaknya tetap bakal mengajak penyandang tunanetra lain yang ragu agar mau divaksinasi COVID-19. Mengingat sejauh ini mereka sudah difasilitasi baik oleh pemerintah maupun oleh komunitas.

"Kita terus sosialisasi nanti ke disabilitas. Ini juga jadi PR khusus buat organisasi yang harus diselesaikan. Kita mau membuktikan bahwa dengan divaksin ini ya tidak apa-apa dan kita tetap sehat," ujar Yanto.

Ketua Kill COVID-19 Sukanto mengatakan jika penyandang tunanetra menjadi prioritas untuk mendapatkan jatah vaksinasi COVID-19 mengingat mereka juga masuk kelompok rentan terpapar COVID-19.

"Mereka ini kan tidak tahu di sekelilingnya seperti apa, apakah aman atau tidak buat mereka. Akhirnya kita fasilitasi mereka (tunanetra) untuk divaksinasi untuk membuat mereka aman," kata Sukanto yang merupakan inisiator vaksinasi untuk lansia dan tunanetra di Kabupaten Bandung Barat.

Lihat juga Video: Vaksinasi Indonesia Turun, Satgas COVID-19: Tidak Perlu Khawatir

[Gambas:Video 20detik]



(bbn/bbn)