Vaksinasi Lansia, Bima Arya Gandeng Alumni Tiga Perguruan Tinggi

M. Sholihin - detikNews
Sabtu, 24 Apr 2021 17:21 WIB
Vaksinasi Lansia di Bogor
Wali Kota Bogor Bima Arya meninjau pelaksanaan vaksinasi untuk lansia. (Foto: M. Sholihin/detikcom)
Bogor -

Pemkot Bogor menggandeng Bandung Alumni Fight Covid-19 (BAFC) untuk proses vaksinasi dengan sasaran prioritas lansia dan tenaga pendidik. BAFC memasok dua ribu vaksin untuk membantu percepatan vaksinasi lansia dan tenaga pendidik di Kota Bogor.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan dari total 95.371 lansia di Kota Bogor ini baru 29 ribu orang yang divaksinasi atau hanya 30 persen. Sedangkan untuk tenaga pendidik, baru 80 persen dari total 9.800 tenaga pendidik dan guru di Kota Bogor yang sudah tervaksinasi.

Sehingga total jumlah lansia dan tenaga pendidik yang belum divaksinasi kurang lebih sebanyak 66.374 orang. "Saat ini kota bogor mengejar target untuk penuntasan vaksinasi untuk lansia. Per hari ini, sudah sekitar 29 ribu lansia, ini sekitar 30 persen sudah divaksinasi, total lansia kan 95 ribu berdasarkan data," kata Bima di lokasi vaksinasi lansia, Gedung Puri Begawan, Kota Bogor, Sabtu (24/4/2021).

Untuk menuntaskan vaksinasi lansia dan tenaga pendidik, kata Bima, masih butuh vaksin dalam jumlah besar. Karena sisa vaksin di Kota Bogor saat ini hanya 20 ribu vaksin.

"Di Kota Bogor saat ini tersisa 20 ribu vaksin dan itu sudah disebar di seluruh paskes yang menyelenggarakan vaksin. Sehingga kalau 20 ribu vaksin itu habis, kita harus tunggu tuh dari pusat untuk melanjutkan vaksinasi," ujar Bima.

"Ini kan tergantung pasokan vaksin dari pusat. Kalau kita bulan depan bisa capai 50 persen ya, tapi habis sudah vaksinnya. Jadi masih menunggu lagi vaksinnya. Kalau dari pusat datang vaksinnya ya dalam waktu kurang dari dua bulan ke depan saya yakin bisa beres (vaksinasi lansia)," tutur Bima.

Selain soal vaksin yang menipis, kata Bima, banyak lansia yang sudah terdata namun tidak datang ke lokasi vaksinasi karena berbagai hal. "Tantangan untuk lansia ini sebetulnya adalah jemput bolanya. Jadi datanya ada, tapi pas jadwal vaksinasinya mereka ngga datang. Jadi temen-temen Alumni Bandung ini membantu di situ, jadi door to door melalui jaringannya, lansianya diundang, difasilitasi, sehingga datang," tutur Bima.

Sementara itu, Sekjen Ikatan Alumni (IKA) Universitas Parahyangan Tracy Tardia mengatakan BAFC merupakan gabungan dari tiga perguruan tinggi di Jawa Barat yakni, IKA Unpar, IA ITB dan IKA Unpad. Selain Kota Bogor, BAFC juga berkontribusi untuk proses vaksinasi di 12 Kota dan Kabupaten di Indonesia.

"Untuk Kota Bogor kita alokasikan vaksin sebanyak 2 ribu vaksin untuk seribu orang. Kita untuk vaksin di-support langsung dari Kementerian Kesehatan. Jadi memang kita dapat jatah vaksin itu sebanyak 20 ribu vaksin untuk 10 ribu orang (dua kali vaksin), kemudian kita bagi untuk 12 kota dan kabupaten," ujarnya.

"Jadi prinsipnya, vaksin milik pemkot itu dialokasikan untuk program pemkot, kemudian vaksin yang kita bawa itu untuk membantu target percepatan. Jumlahnya memang tidak banyak ya," kata Tracy menambahkan.

(bbn/bbn)