Warga Baduy Kecam Gurandil yang Rusak Hutan Larangan

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Kamis, 22 Apr 2021 14:35 WIB
Lokasi Tambang Emas di Hutan Larangan Baduy
Lokasi tambang emas di hutan larangan Gunung Liman, Kabupaten Lebak, Banten. (Foto: istimewa)
Lebak -

Masyarakat adat Baduy mengecam adanya gurandil atau penambang emas illegal yang merusak hutan larangan di Gunung Liman, Kabupaten Lebak. Mereka meminta pemerintah daerah bahkan kepolisian menindak tegas perbuatan yang merusak kelestarian hutan tersebut.

"Iya, kalau melakukan lagi. Saya menekankan menta (meminta) bantuan pemerintah supaya ditegaskan. Mudah-mudahan sudah tidak melakukan lagi. Kalau melakukan lagi saya menekankan ke pemerintah tolong dibantu dibubarkan," kata Kepala Desa Kanekes Jaro Saija kepada detikcom di Lebak, Banten, Kamis (22/4/2021).

Sikap itu disampaikan Saija, selaku perwakilan adat untuk urusan ke pemerintah berdasarkan sikap lembaga adat. Gunung Liman adalah hutan larangan dan jadi titipan leluhur mereka yang tidak boleh dirusak sedikitpun.

"Iya itu hutan larangan. Kedua, Gunung Liman itu titipan leluhur jangan sampe dirusak, digali-gali di situ," ucap Saija menegaskan.

Lembaga adat baru tahu bahwa ada penambang illegal di kawasan hutan adat Baduy beberapa hari ini. Gurandil itu terindikasi sudah menggali sekitar 2-4 bulan lalu. Saat warga cek ke lokasi, para gurandil memang sudah melarikan diri.

Lembaga adat Baduy juga menekankan kepala desa sekitar agar ikut membantu menjaga Gunung Liman. Baduy meminta jika ada gurandil yang coba masuk ke lingkungan hutan langsung diusir dan dibubarkan.

"Kita tekankan ke tokoh-tokoh ke kadesnya, kami minta bantuan ke kepala daerah, kami minta bantu itu dibubarkan saja," ujar Saija.

(bri/bbn)