Ini Lokasi Tambang Emas Ilegal yang Rusak Hutan Larangan Milik Baduy

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Kamis, 22 Apr 2021 13:50 WIB
Lokasi Tambang Emas di Hutan Larangan Baduy
Lokasi tambang emas di hutan larangan Gunung Liman, Kabupaten Lebak, Banten. (Foto: istimewa)
Lebak -

Penambang emas illegal atau gurandil teridentifikasi sudah masuk hutan larangan milik masyarakat adat Baduy di Gunung Liman. Padahal, hutan itu begitu sakral bagi warga Baduy bahkan orang yang menghormati warga adat sungkan masuk ke kawasan itu.

Penemuan tambang emas illegal itu diketahui dari video seorang warga Baduy Dalam yang sedih melihat hutannya rusak. Dari gambar lokasi tambang yang diterima detikcom, penambang emas ini sudah membuat galian untuk mencari emas. Tanah di sekitar galian sudah rusak karena bekas galian mereka mencari emas.

Bahkan, para gurandil menggunakan kayu pepohonan sekitar untuk menopang terpal di tempat galian. Padahal, tabu bagi masyarakat adat Baduy untuk merusak tanaman dan hutan apalagi di hutan larangan.

Kepala Desa Cibarani Dulhani mengatakan, gurandil itu diperkirakan sudah masuk ke hutan larangan sejak empat bulan. Mereka diprediksi datang dari desa lain. Ia juga mengaku sudah mengecek ke lokasi penggalian tambang. Namun, memang terlihat galian yang belum dalam.

"Teu acan jero ieuh, eta ngoreh heulanan (galiannya belum dalam, itu masih mencari-cari)," ujar Dulhani kepada detikcom melalui sambungan telepon, Kamis (22/4/2021).

Lokasi Tambang Emas di Hutan Larangan BaduyLokasi tambang emas di hutan larangan Gunung Liman, Kabupaten Lebak, Banten. (Foto: istimewa)

Terpisah, Jaro Saija selaku kepala desa khusus masyarakat adat Baduy mengatakan, pada Minggu (18/4) lalu pihaknya sudah memeriksa informasi hutan larangan yang jadi tambang emas illegal. Laporan yang itu baru diterima masyarakat baru-baru ini.

Sebagai perwakilan adat, ia juga sudah mengecek langsung ke lapangan. Di sana, memang ada beberapa galian lubang tambang emas. Namun menurutnya, lubang itu memang belum terlalu dalam. Tapi, sudah ada laporan bahwa para gurandil sudah mendulang emas.

"Kalau yang lubangnya banyak, saya enggak hitung. Cuma ini belum ngelubang jero-jero (dalam)," ujar Saija kepada detikcom.

(bri/bbn)