Bareng Hamish Daud, Ridwan Kamil Tinjau Pengolahan Sampah Plastik di KBB

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 20 Apr 2021 16:56 WIB
Ridwan Kamil dan Hamish Daud saat meninjau tempat pengolahan limbah plastik.
Ridwan Kamil dan Hamish Daud saat melihat tempat daur ulang plastik di Bandung Barat (Foto: Dokumentasi Humas Jabar).
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan pendiri Indonesia Ocean Pride Hamish Daud mengunjungi proses daur ulang sampah plastik di PT Namasindo Plas di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (20/4/2021).

Pabrik tersebut memiliki fasilitas pengolahan sampah plastik menjadi botol air mineral siap pakai, yang akan dijual kepada industri air minum yang membutuhkan.

"Ini membuat semangat agar semua sampah plastik yang bisa didaur ulang bisa kita ubah di sini dan dijual kembali ke industri-industri yang membutuhkan botol plastik air mineral," ujar sosok yang akrab disapa Kang Emil itu dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom.

Kang Emil menyebut proses daur ulang sampah plastik air minum sebagai sirkular ekonomi. Pasalnya, setiap pihak yang terlibat dalam proses tersebut akan mendapatkan keuntungan ekonomi.

"Dari sejak air mineral itu diminum lalu dibuang dia bisa muter lagi oleh pelestari, lalu ke kolektor yaitu pabrik ini. Lalu dijual lagi ke industri. Karena prosesnya berputar 100 persen itulah kita sebut dengan sirkular ekonomi," ucapnya.

Dalam kesempatan itu juga, Kang Emil memperkenalkan aplikasi bernama Octopus. Aplikasi tersebut bisa digunakan oleh masyarakat di Jabar untuk mengubah sampah menjadi uang.

Sistemnya, setiap sampah yang dikumpulkan akan memiliki poin, dan poin tersebut dapat dikonversi menjadi uang.

Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup Jabar, dalam sehari terdapat 6.400 ton sampah yang bisa didaur ulang.

"Nanti Octopus digunakan oleh pengguna untuk memanggil pelestari yang akan mengambil sampah langsung dari rumah, sehingga meningkatkan pendapatan mereka, bisa dapat Rp2 juta sampai Rp5 juta tergantung banyaknya sampah plastik yang disetorkan," ucap Kang Emil.

Proses daur ulang sampah tersebut, katanya didampingi oleh Hamish. Ia pun bertekad untuk menyelesaikan masalah sampah plastik, khususnya di lautan dengan sistem sirkular ekonomi.

"Mas Hamish Daud yang paham banget betapa di laut kita sebenarnya banyak sampah plastik karena orang tidak ada solusinya. Maka saya komitmen di 2021 akan menjadikan problem sampah plastik bisa selesai dengan sistem sirkular ekonomi agar Indonesia tidak lagi di-bully karena banyak sampah plastik di lautan," pungkasnya.

(yum/mso)