Bantu Duafa, Pelajar di Jabar Bagikan 'Rantang Siswa'

Yudha Maulana - detikNews
Senin, 19 Apr 2021 10:35 WIB
Pengemis meminta sedekah kepada Umat muslim usai menjalankan Shalat Jumat di Halaman Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (27/7). Maraknya pengemis musiman di bulan puasa memanfaatkan situasi di bulan Ramadhan untuk mendapatkan hasil yang lumayan. File/detikFoto.
Iustrasi pengemis. (Foto: dok.detikcom)
Bandung -

Pelajar SMA, SMK dan SLB di Jawa Barat diajak untuk berbagi 'Rantang Siswa' pada 24 April mendatang. Dalam program ini, setiap pelajar akan memberikan satu porsi makanan untuk tetangga dan warga duafa lainnya.

"Makanan itu bisa buatan rumah atau masakan yang mereka buat sendiri untuk disampaikan kepada tetangga, kolega, teman, anak yatim lansia dan sebagainya. Lalu mereka foto dan kirim ke #rantangsiswa di Instagram," ujar Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi dalam keterangannya, Senin (19/4/2021).

Saat ini, terdapat 25.500 pelajar di SMA, 14.400 pelajar di SMK, dan 2.100 pelajar di SLB se-Jawa Barat. Melihat jumlah itu, Dedi optimistis 50 ribu - 80 ribu porsi makanan bisa tersalurkan.

"Sekarang yang sudah konfirmasi di SMA ada 25.500, SMK 14.400 dan SLB 2.100, jadi baru 42.500. Nah, target yang ditetapkan oleh panitia 50 ribu. Tapi pada tanggal 24 (April) saya punya keyakinan itu bisa mencapai 80 ribu. Itu tersebar di 27 kabupaten/kota," ujarnya.

Program Rantang Siswa ini merupakan bagian dari Program Milenial Smart Trend Ramadhan Virtual yang juga melibatkan Kementerian Agama dan Ikatan Remaja Masjid. Ia berharap program ini bisa menumbuhkan budi pekerti siswa dengan momentum Ramadhan ini.

"Menjadi mutakin harus memiliki 3T, yakni taklim (pembelajar), ta'dib (pembiasaan), dan takzim (santun)," kata Dedi.

Selain Rantang Siswa, terdapat agenda menulis mushaf Alquran yang akan digelar pada 17 Ramadan. Dedi mengatakan, saat ini baru terdata 165 sekolah dengan 9.965 siswa yang akan berpartisipasi di dalamnya.

Menurut dia, sejumlah kegiatan dalam Milenial Smart Trend Ramadhan dikemas agar pelaku pendidikan dapat membiasakan diri dalam menyikapi adaptasi kebiasaan baru. Kegiatan ini juga merupakan rangkaian persiapan jelang pembelajaran tatap muka (PTM) Juli mendatang.

"Terlebih, nanti mulai Juli kita akan mulai menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Karena itu ini menjadi salah satu persiapan kami di Jawa Barat," kata Dedi.

Lihat juga video 'Sedekah WiFi untuk Siswa Belajar Daring Ala Imam Tukang Ojek':

[Gambas:Video 20detik]



(yum/bbn)