Dukung Pemerintah Pusat, Pemkot-Pemkab Cirebon Larang Warga Mudik

Sudirman Wamad - detikNews
Sabtu, 10 Apr 2021 18:14 WIB
Ilustrasi perantau berbondong-bondong datang ke kota.
Ilustrasi mudik (Ilustrator: Edi Wahyono)
Cirebon -

Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis mengaku telah menerbitkan surat imbauan tentang pelarangan mudik. Azis mengaku mendukung langkah pemerintah pusat terkait pelarangan mudik Lebaran 2021 di tengah pandemi virus Corona atau COVID-19.

"Kami sudah melakukan penandatanganan surat. Kemudian memberikan informasi kepada masyarakat melalui surat imbauan dan edaran. Apa yang diimbau pemerintah pusat, kami laksanakan," kata Azis kepada awak media di Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi Kota Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (10/4/2021).

Azis mengaku sejatinya pendapatan asli daerah (PAD) Kota Cirebon mengandalkan kunjungan masyarakat, atau wisatawan. Sehingga, Lanjut Azis, pihaknya tetap membuka aktivitas perekonomian dan wisata.

"Sepanjang masih memenuhi protokol kesehatan ya silakan. Pedagang boleh buka, pengusaha juga boleh. Tapi, catatannya kapasitas pengunjungnya hanya 50 persen dari biasanya," kata politikus Partai Demokrat itu.

Senada disampaikan Bupati Cirebon Imron. "Kami sudah rapat dengan Forkopimda membahas tentang antisipasi larangan mudik oleh pemerintah pusat. Kami menyambut baik," kata Imron.

Imron mengimbau masyarakat agar memanfaatkan teknologi untuk bersilahturahmi. "Kita harus saling menjaga," kata politikus PDI Perjuangan itu.

Menurut dia, kebijakan larangan mudik berdampak pada menurunnya penghasilan toko oleh-oleh dan makanan khas di sepanjang Pantura Cirebon. Namun, lanjut Imron, hal itu harus dilakukan sebab demi kebaikan bersama.

"Sementara tidak boleh (mudik), otomatis yang biasanya pemudik singgah, sekarang sudah beda," ujar Imron.

Simak Video: Mudik Dilarang, Terminal Kampung Rambutan Tutup Rute Antar Kota

[Gambas:Video 20detik]



(bbn/bbn)