Komunitas Tionghoa Cirebon Protes Lahan Bong Ku Tiong Diserobot

Sudirman Wamad - detikNews
Sabtu, 27 Mar 2021 17:54 WIB
Lahan Bong Ku Tiong di Cirebon Diserobot Jadi Bangunan
Plang pemberitahuan Perda Nomor 8/2012 tentang rencana RTW pemanfaatan area bong Ku Tiong jadi RTH. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Cirebon -

Masyarakat Tionghoa geram dengan adanya ulah penyerobotan lahan yang sudah terjadi bertahun-tahun di kawasan pemakaman Ku Tiong di Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8/2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), pekuburan Cina atau bong Ku Tiong itu sejatinya merupakan kawasan ruang terbuka hijau (RTH) yang diperuntukkan sebagai pemakaman. Pelang pemberitahuan tentang pemanfaatan bong Ku Tiong sebagai RTH itu terpasang di beberapa titik.

Ancaman kehilangan kawasan pemakaman terus meneror masyarakat Tionghoa di Kota Cirebon. Komunitas Tionghoa menilai Pemkot Cirebon gagal menegakkan Perda Nomor 8/2021 tentang RTRW. Sebab, penyerobotan lahan di kawasan bong Ku Tiong masih terjadi. Sejumlah oknum masyarakat nekat mengalih fungsikan lahan Ku Tiong menjadi tempat tinggal.

"Ini bukan sekadar penjarahan lahan kuburan, melainkan kegagalan pemerintah daerah tidak bisa mempertahankan lahan yang berfungsi sebagai RTH. Faktanya, oknum masyarakat mendirikan bangunan dan rumah semi permanen di areal pemakaman," kata Ketua Komunitas Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Kota Cirebon Andi Riyanto Lie kepada detikcom, Sabtu (27/3/2021).

Tak hanya itu, Andi Lie juga menyayangkan adanya praktik jual-beli obat keras. Ia mendorong agar pemerintah lebih tegas dalam kasus penyerobotan lahan di areal bong Ku Tiong.

"Lahan pemakaman yang luasnya sekitar 27 hektare itu sudah masuk ke lembaran negara berstatus RTH, tapi kok pemerintah daerah kalah oleh oknum?" ucap Andi Lie.

Selanjutnya
Halaman
1 2