Pengakuan Arya Ketua Aliran 'Hakekok': Saya Taubat, Enggak Mau Kembali Lagi

Rifat Alhamidi - detikNews
Kamis, 25 Mar 2021 21:17 WIB
Arya pemimpin kelompok Hakekok dan Kajari Pandeglang Suwarno
Foto: Rifat Alhamidi
Pandeglang -

Ketua kelompok 'Hakekok Balakasuta' Aryani atau Arya (52) akhirnya angkat bicara. Setelah menyatakan bertaubat, Arya mengaku tidak mau terjerumus lagi ke dalam aliran menyimpang tersebut.

"Sekarang saya sudah bahagia, pak. Saya sudah bener-bener taubat, enggak mau kembali lagi," kata Arya kepada awak media saat ditemui di kantor Kecamatan Cigeulis, Pandeglang, Banten, Kamis (25/3/2021).

Arya mengakui aliran yang dia pelajari salah dan bertentangan dengan syariat Islam. Dia pun siap kembali ke jalan yang benar ketika sudah pulang ke kampung halamannya.

"Saya mengakui ajaran yang saya jalani ini salah. Sekarang saya mau taubat dan kembali ke jalan yang benar," ucapnya.

Arya menegaskan siap diproses hukum apabila kedapatan kembali melakukan ritual kelompok Hakekok yang bertentangan dengan agama Islam. Janji tersebut Arya ucapkan bersama kelompoknya

"Kami bersedia meninggalkan ajaran aliran tersebut dan berjanji tidak ada menyebarkannya ke orang lain," ucapnya.

Arya berharap warga di kampung halamannya bisa menerimanya kembali. Ia mengaku ingin fokus kembali bekerja sebagai petani.

"Mudah-mudahan saya bisa diterima dengan baik oleh masyarakat. Sesudah ini saya mau fokus bertani," ujar Arya.

Sementara itu Kajari Pandeglang Suwarno yang ikut melepas anggota kelompok Hakekok Balakasuta, memastikan Arya dan kelompoknya sudah taubat setelah menjalani pembinaan di pondok pesantren ulama kharismatik asal Pandeglang Abuya Muhtadi.

"Pak Arya dan kelompoknya ini sudah menyatakan bertaubat dan mau kembali ke jalan yang benar. Mereka juga berjanji apabila ternyata masih melakukan kegiatan ini, yang bersangkutan siap berhadapan dengan hukum yang berlaku," tegasnya.

Sebelumnya, kelompok 'Hakekok Balakasuta' pimpinan Aryani atau Arya (52) akhirnya bisa kembali ke kampung halamannya di Karang Bolong, Pandeglang, Banten, Kamis (25/3/2021). Sebelum dikembalikan, mereka membacakan ikrar taubat nasuha sebagai tanda mau meninggalkan ajaran yang telah ditetapkan menyimpang tersebut.

Sesudah membacakan ikrar, Arya dan kelompoknya juga ikut dibimbing membacakan kembali dua kalimat syahadat. Pembacaan dua kalimat sakral dalam agama Islam ini dipandu langsung oleh seorang pemuka agama asal Kecamatan Cigeulis, Pandeglang, Banten.

(ern/ern)