Unak Anik Jabar

Perempuan Haid Tak Boleh Berenang di Situ Wangi Ciamis, Kenapa?

Dadang Hermansyah - detikNews
Selasa, 23 Mar 2021 08:05 WIB
Ciamis -

Situ Wangi Ciamis merupakan sebuah danau yang memiliki pemandangan indah. Namun di balik pesonanya, ternyata menyimpan sejumlah cerita legenda urban yang masih kental dan sampai saat ini masih diyakini masyarakat.

Situ Wangi ini dikeramatkan oleh sebagian masyarakat. Konon menurut cerita masyarakat dulunya Situ Wangi ini tempat mandi atau bersih-bersih 8 raja. Hal itu ditandai dengan daerah ini ditanda bernama Winduraja. Di lokasi ini juga terdapat 8 makam raja zaman Kerajaan Galuh.

Tak hanya itu, mitos yang berkembang di masyarakat mengenai Situ Wangi adalah larangan bagi perempuan yang datang bulan tidak boleh turun ke danau. Baik berenang ataupun hanya naik perahu karena akan terjadi malapetaka.

Kebetulan atau tidak, beberapa kejadian adanya warga tenggelam yang korbannya kebanyakan perempuan. Kemungkinan korban sedang datang bulan yang malah naik perahu di Situ Wangi. Percaya atau tidak cerita tersebut sudah berkembang di masyarakat sejak lama.

"Bagi perempuan yang sedang haid atau datang bulan tidak boleh ke danau. Karena situ ini disucikan. Dulu beberapa kejadian ada meninggal tenggelam korbannya perempuan," ujar Sekretaris Dinas Pariwisata Ciamis Budi Kurnia yang juga budayawan Ciamis.

Budi mengatakan tidak mengetahui pasti asal mitos mengenai perempuan haid tidak boleh ke danau. Namun yang jelas kejadian itu ada dan dipercaya masyarakat sampai saat ini.

"Mungkin Situ Wangi ini dulunya tempat raja mengambil air di sini sehingga ada pandangan seperti itu. Ini mungkin sebagai bentuk penghormatan. Kalau hanya di sekitarnya saja boleh saja, asalkan untuk yang sedang datang bulan tidak boleh turun," katanya.

Menurut Budi, lokasi ini terakhir ditata oleh Bupati Galuh RAA Kusumadriningrat atau Kanjeng Prebu pada tahun 1880. Sedangkan untuk penataan bantaran dengan tembok baru tahun-tahun ini.

"Meskipun nantinya lokasi ini ditata menjadi sebuah destinasi wisata rekreasi tapi cerita mitos itu tidak dapat dihilangkan. Sebagai bentuk penghormatan pada cerita panjang Situ Wangi yang sesuai warnanya menimbulkan keharuman. Semoga wisata ini harum atau wangi setelah ditata," ucapnya.

Budi bercerita mitos lainnya bahwa Situ Wangi ini menyatu dengan Situ Lengkong Panjalu yang terkenal dengan sejarahnya. Bahkan setiap musim kemarau, konon ikan di Situ Wangi ini akan berpindah ke Situ Lengkong Panjalu.

"Kalau musim kemarau, ikan disini itu tidak ada menurut cerita masyarakat berpindah ke Situ Lengkong. Tapi saat hujan, ikan itu akan kembali ke sini," terang Budi.

(mso/mso)