Unak Anik Jabar

Cerita Beduk 'Anti Api' yang Tersimpan di Masjid Agung Ciamis

Dadang Hermansyah - detikNews
Kamis, 18 Mar 2021 08:22 WIB
Bedug Bupati Ciamis
Beduk yang tersimpan di Masjid Agung Ciamis ini peninggalan bupati Galuh. (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom)
Ciamis -

Masjid Agung Ciamis merupakan landmark bagi para pelaku perjalanan. Letaknya di Jalan Selatan menuju Jawa Tengah. Belum banyak yang tahu, ternyata ada sebuah benda bersejarah yang masih tersimpan, yakni beduk bertuliskan Arab peninggalan zaman bupati Galuh.

Dia adalah RAA Kusumadriningrat yang merupakan bupati Galuh yang memprakarsai pembangunan Masjid Agung Ciamis. Awal pembangunan sekitar tahun 1882.

Beduk tersebut kini masih tersimpan di lantai dua Masjid Agung Ciamis. Uniknya, meski usianya sudah tua namun kondisinya masih kokoh dan tidak lapuk dimakan rayap. Tidak hanya itu pada badan beduk terdapat tulisan Arab gundul yang tidak terlalu jelas bacaannya.

Sekretaris DKM Masjid Agung Ciamis Kurnia Soemantri membenarkan keberadaan beduk tersebut. Menurutnya, beduk sudah ada sejak Masjid Agung Ciamis selesai dibangun pada tahun 1902. Pada saat ini kepemimpinan bupati Galuh telah berganti dari RAA Kusumadriningrat kepada RAA Koesoema Soebrata.

"Kondisinya masih kokoh, hanya ada beberapa bagian yang agak rusak karena memang usianya sudah tua," kata Kurnia, Kamis (18/3/2021).

Menurut Kurnia, tahun-tahun sebelumnya beduk tersebut masih digunakan. Namun kini hanya disimpan saja karena orang yang biasa menabuh beduk itu sudah meninggal.

"Memang secara rinci kami kurang begitu memahami sejarah beduk ini, tapi yang jelas menurut orang tua dulu beduk ini merupakan peninggalan sejak Masjid Agung Ciamis berdiri," katanya.

Bedug Bupati CiamisBadan beduk terdapat tulisan Arab gundul. (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom)

Masjid Agung Ciamis sudah beberapa kali direnovasi. Bahkan, pada tahun 1958, sempat menjadi sasaran pembakaran, tapi beduk tetap aman hingga sekarang.

"Jenis kayu yang digunakan pun kami tidak paham, tapi setahu saya tidak ada rayap yang memakannya, tetap saja kokoh. Sering kami ganti itu hanya kulitnya karena sering dipukul jadi tidak kuat lama," ucap.

Meski tidak lagi digunakan, pengelola masjid masih tetap membersihkan beduk tersebut. Sebagai salah satu upaya memelihara peninggalan pada zaman bupati Galuh.

Simak juga 'Situs Jambansari Ciamis Disulap Jadi Taman Asri yang Indah':

[Gambas:Video 20detik]



(bbn/bbn)