Kenneth William Divonis 7 Bulan Bui Gegara Video Hoaks Masjid Setel Lagu DJ

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Senin, 22 Mar 2021 15:30 WIB
Pemuda Sebut Masjid Persis Tak Berakhlak
Kenneth William saat di Mapolrestabes Bandung. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Bandung -

Pemuda Bandung, Kenneth William, divonis tujuh bulan penjara. Dia dinyatakan bersalah atas kasus unggahan video TikTok hoaks masjid Persatuan Islam (Persis) di Kota Bandung memutar lagu disc jockey (DJ).

Sidang vonis terhadap Kenneth William sendiri sudah digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung pekan lalu. Dalam vonisnya, majelis hakim menjatuhkan hukuman 7 bulan penjara kepada Kenneth William.

"Sudah diputus. Diputus bersalah dan dihukum tujuh bukan pidana penjara," ujar Humas Pengadilan Negeri (PN) Bandung Wasdi Permana saat dikonfirmasi, Senin (22/3/2021).

Wasdi merupakan ketua majelis hakim yang menangani kasus tersebut. Dalam putusannya, hakim menyatakan Kenneth bersalah atas perbuatannya.

Sebelum dijatuhi vonis, Kenneth sendiri dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum Kejari Bandung. Dalam tuntutannya, jaksa meminta majelis hakim menjatuhi hukuman penjara selama satu tahun. Kenneth dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana sesuai dengan Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45 A ayat 2 Undang-undang ITE.

Kasus ini bermula dari unggahan Kenneth Wiliam di akun Tiktoknya pada Oktober 2020. Dalam konten TikTok-nya, dia menyebut masjid Pesantren Persis Bandung memutar lagu dugem yang kemudian viral di medsos.

Aksi Kenneth bermula dari video TikTok yang viral di medsos. Video berdurasi 15 detik itu memperlihatkan pria yang merupakan pengguna medsos itu sedang berdiri di seberang masjid pesantren milik Persis, Jalan Pajagalan, Kota Bandung.

"Guys gua lagi jalan-jalan, terus gua dengar suara ini. Ternyata suaranya dari sana," kata Wiliam dalam videonya sambil menunjuk masjid.

"Yang nyetel lagu ini bener-bener nggak ada akhlak, kacau... kacau aduh," ucap dia melanjutkan.

Dalam video itu memang terdengar suara musik. Adapun musik yang terdengar seperti lagu DJ.

Tonton juga Video: Strategi Kominfo Perangi Hoaks Vaksinasi yang Merajalela

[Gambas:Video 20detik]



(dir/bbn)