Aksi Kenneth William Buat Video Hoaks Masjid Persis, Ini Kata MUI Jabar

Wisma Putra - detikNews
Selasa, 06 Okt 2020 14:01 WIB
Pemuda Sebut Masjid Persis Tak Berakhlak
Foto: Kenneth William di Mapolrestabes Bandung (Dony Indra Ramadhan/detikcom).
Bandung -

Kenneth William membuat konten video TikTok hoaks masjid Persatuan Islam (Persis) memutar lagu DJ hingga menyebut tak berakhlak. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar menyayangkan apa yang sudah dilakukan oleh pemuda Bandung tersebut.

Sekum MUI Jabar Rafani Akhyar meminta warga Jabar agar tidak meniru apa yang dilakukan pemuda tersebut.

"Jangan jelas (jangan ditiru)," katanya via sambungan telepon, Selasa (6/10/2020).

Rafani menyebut, apa yang dilakukan oleh Kenneth merupakan bentuk penghinaan. "Jelas itu penghinaan, walau dilakukan di medsos," ucapnya.

Pihaknya minta pihak kepolisian agar tidak berlama-lama memproses kasus hukum yang sedang dijalani William. Pihaknya juga menuntut agar ada kejelasan hukum terkait kasus tersebut.

"Aparat, kalau masuk kategori tindak pidana harus segera (diproses), jangan sampai lama kemudian tidak ada kejelasan dan di situ timbul persepsi macam-macam di masyarakat," jelasnya.

Meski begitu, pihaknya mengimbau agar masyarakat menyerahkan kasus hukum ini kepada pihak kepolisian. "Masyarakat tetap tenang, waspada, jangan mudah terpancing," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, polisi menyebut Kenneth William pembuat konten video TikTok sebut Masjid Persatuan Islam (Persis) tak berakhlak hanya demi followers. Polisi juga menyebut Kenneth diduga telah merencanakan membuat video itu.

"Sebenarnya dia sudah merencanakan juga hanya untuk meningkatkan follower-nya. Jadi secara tidak langsung itu sama saja sudah direncanakan," ucap Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Selasa (6/10/2020).

Ulung mengatakan pelaku sendiri sengaja membuat video itu. Tujuannya, kata Ulung, untuk menambah followers di media sosial.

Atas kasus ini, sambung Ulung, Kenneth dikenakan pidana sesuai Pasal 45A ayat (2) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE). Ancaman hukuman dalam pasal ini selama enam tahun bui.

"Langsung kita tahan dengan kena ancamannya UU ITE dan dapat diancam karena hukumannya adalah enam tahun," tuturnya.

(wip/mso)