Setahun COVID-19 di Cianjur: Pegawai BUMN Positif-2.954 Kasus Hari Ini

Ismet Selamet - detikNews
Selasa, 02 Mar 2021 15:34 WIB
Ilustrasi penyintas COVID-19
Ilustrasi (Foto: Ilustrator: Edi Wahyono)
Cianjur -

Pandemi Corona atau COVID-19 telah terjadi selama 1 tahun di Indonesia. Pemerintah mengkonfirmasi pasien positif Corona pertama di Depok pada 2 Maret 2020.

Di hari dan tanggal yang sama, Cianjur juga dihebohkan dengan kemunculan pasien yang awalnya suspect, namun pada akhirnya dinyatakan positif COVID-19

Pasien berinisial D (50) yang merupakan pegawai BUMN itu awalnya mengeluhkan sakit usai pulang tugas dari Malaysia. Warga Bekasi itu kemudian dibawa ke Cianjur menjalani pengobatan alternatif.

Namun, kondisinya tak kunjung membaik hingga akhirnya dirawat di RSDH.

Dari pemeriksaan medis, pasien diduga terpapar Corona lantaran menunjukkan sejumlah gejala penyakit yang mirip dengan COVID-19.

Rencananya D dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung, namun rencana itu ditunda lantaran kondisi pasien mengalami penurunan yang signifikan pada Senin (2/3/2020) malam.

Selasa (3/3/2020) pagi, Pasien D (50) pun dinyatakan meninggal pagi sekitar pukul 04.30 Wib, akibat kondisi kesehatan yang terus menurun.

"Setelah komunikasi dengan RSHS, disarankan agar ditangani dulu di Cianjur hingga kondisinya membaik. Namun Selasa pagi, pasien D meninggal di RSDH Cianjur. Langsung dibawa ke rumah duka di Bekasi," kata Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman.

Pegawai BUMN Telkom itu mulanya dinyatakan negatif. Hasil didapat setelah sampel darah yang dibawa dan diuji di labolatorium kesehatan Kementerian Kesehatan.

Tetapi pada Minggu (15/3/2020) pagi, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebutkan jika pasien meninggal di Cianjur yakni D, terkonfirmasi positif Corona.

"Iya sudah dinyatakan positif oleh pak Gubernur Jawa Barat," ungkap Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Cianjur, Yusman Faisal.

Selanjutnya
Halaman
1 2