Besok, Lansia di Kota Bandung Mulai Vaksinasi COVID-19

Wisma Putra - detikNews
Kamis, 25 Feb 2021 20:22 WIB
A health care professional prepares a Pfizer-BioNTech COVID-19 vaccine at Sheba Tel Hashomer Hospital in Ramat Gan, Israel, Tuesday, Jan. 12, 2021. Israel has struck a deal with Pfizer, promising to share vast troves of medical data with the drugmaker in exchange for the continued flow of its COVID-19 vaccine. Critics say the deal is raising major ethical concerns, including possible privacy violations and a deepening of the global divide between wealthy countries and poorer populations, including Palestinians in the occupied West Bank and Gaza, who face long waits to be inoculated. (AP Photo/Oded Balilty)
Ilustrasi (Foto: AP/Oded Balilty)
Bandung - Lansia di Kota Bandung, Jawa Barat akan menjalani vaksinasi COVID-19 di fasilitas kesehatan (faskes) dan rumah sakit, Jumat (26/2/2021) besok.

"Lansia akan mulai besok untuk yang sudah ada datanya, di beberapa rumah sakit, kita sudah menerima datanya dari Kemenkes dan akan kita distribusikan ke fasilitas kesehatan untuk bisa dilakukan vaksinasi," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung Rosye Arosdiani di Balai Kota Bandung, Kamis (25/2/2021).

Menurut Rosye, lansia yang sudah mendaftarkan diri akan mendapatkan jadwal vaksinasi yang sudah ditentukan oleh Kemenkes. "Nanti ada yang hubungi. Datanya sudah ada," ujarnya.

Rosye memaparkan, tidak semua faskes dan rumah sakit melakukan vaksinasi lansia. Hanya faskes dan rumah sakit yang ditunjuk oleh Dinas Kesehatan yang melakukan vaksinasi lansia.

"Karena lansia butuh perhatian khusus, sehingga tidak semua rumah sakit yang melakukan vaksinasi untuk lansia dan luskesmanya ada di 30 puskesmas, pokonya satu kecamatan ada puskesmas yang sudah kita tunjuk," paparnya.

Lalu, jika lansia itu memiliki kendala atau kesulitan untuk datang ke faskes atau rumah sakit yang dituju, apa yang akan dilakukan Dinkes?

"Nah, kalau kesulitan kita harus lihat, betul ga tidak bisa pergi, dinilai dulu ada asesment yang dikirim by phone, nanti mereka menjawab pertanyaan (petugas), apakah mereka masuk kepada kerentanan atau tidak. Jemput bola kita lakukan tergantung alasannya," pungkasnya.

Sebelumnya, Kadinkes Kota Bandung Ahyani Raksanagara mengatakan, sasaran lansia di Kota Bandung mencapai 118.870 orang. Jumlah itu bisa berkurang bahkan bertambah.

"Jumlah ini kalau sasaran dari pemerintah pusat itu 118.870 orang," ujar Ahyani. (wip/mud)