2.100 Guru di Cimahi Mulai Jalani Vaksinasi COVID-19

Whisnu Pradana - detikNews
Kamis, 25 Feb 2021 19:25 WIB
A dose of the Phase 3 Novavax coronavirus vaccine is seen ready for use in the trial at St. Georges University hospital in London Wednesday, Oct. 7, 2020. Novavax Inc. said Thursday Jan. 28, 2021 that its COVID-19 vaccine appears 89% effective based on early findings from a British study and that it also seems to work — though not as well — against new mutated strains of the virus circulating in that country and South Africa. (AP Photo/Alastair Grant)
Ilustrasi (Foto: AP/Alastair Grant)
Cimahi -

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Kota Cimahi terus berlanjut. Pada hari kedua vaksinasi COVID-19 tahap II, giliran kalangan pendidik atau guru yang mulai mendapatkan jatah suntikan vaksin.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi Harjono mengatakan pada hari pertama, guru yang mendapatkan jatah vaksinasi COVID-19 sebanyak 200 orang.

"Untuk hari pertama itu sebanyak 200 orang dulu. Terus Jumat sekitar 1.900 orang dilaksanakan serentak di 13 puskesmas. Jadi setiap puskesmas sekitar 140 sampai 150 orang secara berkala," ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi Harjono saat dihubungi, Kamis (25/2/2021).

Pelaksanaan vaksinasi sendiri dilakukan secara bergiliran di sela-sela kegiatan mengajar secara online. Targetnya, pelaksanaan vaksinasi untuk guru bisa selesai dalam dua sampai tiga hari.

"Tapi dari jumlah itu kan belum tentu semua bisa divaksinasi, karena mungkin saja ada yang sakit, tensi tinggi, atau komorbid juga," terangnya.

Harjono menyebut jika pihaknya mengajukan sebanyak 4.000 orang guru untuk menerima vaksinasi COVID-19. Data yang diajukan sesuai yang tercantum dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kota Cimahi.

"Yang diusulkan sesuai Dapodik meliputi guru PNS, Non PNS, PPPK di sekolah negeri maupun swasta di tingkat PAUD-TK-SD-SMP. Lalu guru di PKBM juga, selama datanya ada di Dapodik kita ajukan," jelasnya.

Untuk vaksinasi tahap II jumlah guru yang bakal mendapatkan vaksinasi sudah hampir 50 persen dari kuota yang diajukan. "Untuk kali ini sekitar 50 persen yang disetujui, mudah-mudahan nanti sisanya menyusul di vaksinasi tahap selanjutnya," bebernya.

Pelaksanaan vaksinasi terhadap guru dan tenaga pendidik lainnya juga merupakan salah satu upaya persiapan menghadapi pembelajaran tatap muka (PTM).

"Awalnya strategi kita tracing kasus dengan COVID-19 test terhadap 1.000 guru, baru 200 orang saja ternyata banyak kasus yang ditemukan. Sehingga kami pikir guru juga penting dapat vaksinasi kalau mau sekolah tatap muka,"tandasnya.

Simak video 'Jokowi Targetkan Belajar Tatap Muka Bisa Dilakukan Pada Juli':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2