Bupati Bandung Barat Setuju Sanksi Warga Penolak Vaksin COVID-19

Whisnu Pradana - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 16:39 WIB
Risa Saraswati ikut kick off penyuntikan vaksin COVID-19 di RSKIA Kota Bandung. Novelis sekaligus YouTuber itu sempat mengacungkan dua jarinya saat disuntik.
Ilustrasi vaksinasi. (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Bandung Barat -

Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna mendukung langkah Presiden Joko Widodo yang menerapkan sanksi bagi warga yang menolak divaksinasi COVID-19. Sanksi tersebut tertuang dalam Perpres Nomor 14 Tahun 2021 sebagai Perubahan atas Perpres Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease.

Menurut Umbara hal itu dinilai sebagai langkah untuk menekan kasus COVID-19 dan segera menghentikan pandemi yang setahun belakangan menerjang semua daerah di Indonesia. "Tentu setuju dan sangat mendukung penerapan sanksi oleh pemerintah. Karena ini demi kebaikan bersama, jadi sebenarnya tidak boleh ada penolakan," tutur Umbara, Rabu (24/2/2021).

Menurutnya, masyarakat tidak perlu meragukan vaksin COVID-19 karena telah teruji secara klinis. MUI pun menyatakan vaksin Sinovac halal.

"Tidak perlu ada yang diragukan, masyarakat juga harus taat kepada pemerintah. Makanya kalau ada yang menolak atau menentang vaksinasi, saya setuju diberikan sanksi," ujar Umbara.

Umbara hingga saat ini belum pernah divaksinasi COVID-19 lantaran dirinya terkonfirmasi positif COVID-19 saat pelaksanaan vaksinasi tahap satu berjalan pada 14 Januari.

Namun seiring adanya perubahan aturan dari Kementerian Kesehatan yang mengizinkan penyintas COVID-19 divaksinasi, dirinya mengaku siap menjalani vaksinasi COVID-19.

"Tentu siap kalau memang sudah ada aturannya. Yang penting menunggu tiga bulan sejak sembuh saja," kata Umbara.

Lihat Video: Jubir Kemenkes Bicara soal Denda Tolak Vaksin Corona

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2