Round-Up

Akhir Konvoi Moge Lolos Gage Bogor Berujung Denda-Permintaan Maaf

M Solihin - detikNews
Minggu, 14 Feb 2021 10:46 WIB
Pengendara Moge Pelanggar Ganjil Genap Bogor
Foto: Pengemudi moge yang langgar ganjil genap Bogor (M. Sholihin/detikcom).
Bogor -

Iring-iringan rombongan motor gede (moge) yang melintas saat diberlakukannya aturan ganjil genap (gage) di Kota Bogor pada Jumat (12/2/2021) lalu, berujung sanksi denda dan permohonan maaf para pengendara.

Tiga pengendara dalam rombongan moge itu dinyatakan melanggar aturan protokol kesehatan dan disanksi membayar denda Rp 250 ribu oleh Satgas COVID-19 Kota Bogor. Ketiganya juga dikalungi papan bertuliskan pelanggar prokes.

Polisi yang melakukan penyelidikan berhasil mengidentifikasi 12 moge dalam rombongan yang melintas di Kota Bogor pada Jumat (12/2/2021). Dari 12 pengendara moge, 3 di antaranya dinyatakan melanggar aturan ganjil genap karena mengendarai motor bernopol ganjil di tanggal genap.

"Sehingga tiga orang ini, sekali lagi ini bukan penindakan (pelanggaran) lalu lintas, ini penindakan terkait protokol kesehatan berdasarkan peraturan Wali Kota. Sehingga setelah kami bawa ke Polres, kemudian kami serahkan kepada Satgas COVID-19 Kota Bogor, untuk dilakukan penindakan sesuai aturan yang berlaku," ungkap Kapolresta Bogor Kota, Kombes Susatyo Purnomo Condro, Sabtu (13/2/2021).

Ketiga pengendara moge dibawa petugas Polresta Bogor Kota menggunakan truk khusus pelanggar prokes dan PPKM. Ketiga pengendara moge tersebut sudah dikalungi papan dengan tulisan PELANGGAR PPKM.

Di Balaikota Bogor, ketiganya langsung menjalani proses persidangan dan masing-masing disanksi membayar denda maksimal sebesar Rp 250 ribu.

"Jadi saya apresiasi Pak Kapolresta dengan jajaran dengan mengidentifikasi dengan sangat cepat. Saya bisa merasakan bagaimana warga merasa ada yang tidak adil, ada yang didenda, disuruh putar balik sementara ini terkesan dibiarkan," kata Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto di Balaikota Bogor, Sabtu (13/2/2021).

"Saya kira ini pembelajaran untuk semua agar mentaati aturan. Jadi sudah diproses dikenakan denda maksimal sesuai dengan aturan. Saya kira ini pesan untuk semua bahwa kami tidak pandang bulu, siapapun itu akan ditindak dengan aturan," tambahnya.

Dari hasil penyelidikan terungkap bahwa 12 moge sempat 2 kali melintas di Kota Bogor dengan tujuan Bintaro-Kota Bogor-Puncak sekitar pukul 08:00 WIB dan Puncak-Kota Bogor-Bintaro sekira pukul 12.00 WIB.

"Saya perlu sampaikan kronologisnya jadi kelompok rombongan ini sekitar 12 motor itu berangkat dari Bintaro Tangerang sekitar pukul 06.00 WIB sekitar pukul 07.00 WIB itu mulai memasuki Kota Bogor dengan tujuan ke arah puncak. Selesai itu kembali melewati Kota Bogor kembali sektar pukul 12.00 WIB," beber Kombes Susatyo.

Saat rombongan moge melintas di pagi hari, kata Susatyo, petugas belum bersiaga di titik sekat. Sementara saat rombongan moge melintas di siang hari, petugas mengambil istirahat lebih awal untuk salat Jumat dan menghentikan kegiatan sejak pukul 11.30 WIB dan memulai kembali pukul 13:00 WIB.

Kombes Susatyo menegaskan rombongan moge yang melintas Kota Bogor dan dikabarkan sempat melewati operasi pemeriksaan surat antigen di Gadog, Puncak Bogor itu bukan merupakan rombongan dari satu club motor.

"Bukan kegiatan salah satu kelompok tentunya pelajaran bagi semua klub mobil klub motor untuk mematuhi peraturan yang telah ditetapkan kepala daerah," kata Susatyo.

3 dari 12 pengendara moge yang sempat menghebohkan karena lolos pemeriksaan ganjil genap dan surat antigen di Bogor ditetapkan sebagai pelanggar aturan ganjil genap yang diterapkan Pemerintah Kota Bogor.

Salah satu pengendara yang diamankan mengaku kalau ia dan teman-temannya hendak ke Puncak Bogor dan tidak tahu ada aturan ganjil genap di Kota Bogor.

"Seperti tadi disampaikan memang dalam hal ini kami memang tidak tahu, ada pemberlakuan itu dan kami sudah diberitahu, kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat di Indonesia," kata Harvadi, salah satu pengendara moge yang diamankan ditemui di Balaikota Bogor, Sabtu (13/2/2021).

"(Tujuan kemarin) Ada giat saja, ngumpul di Puncak," jawabnya singkat ketika ditanya terkait tujuannya ke Bogor.

Harvadi menyebut, ia dan dua rekannya sudah menjalani sanksi yang diberikan oleh Satgas COVID-19 Kota Bogor. Mewakili teman-temannya, Harvadi juga meminta maaf kepada Pemkot Bogor, Polresta Bogor Kota dan Satgas COVID-19.

"Pertama-tama kami mewakili teman-teman, memohon maaf kepada Pemerintah Kota Bogor, Bapak Wali Kota, kemudian Polresta Bapak Kapolres dan juga aparat satgas Covid di Kota Bogor, atas ketidaknyamanan yang kami timbulkan pada kegiatan kami pada Jumat pagi, kami memohon maaf," kata Harvadi.

"Sebagai warga negara yang taat hukum dan juga sama di mata hukum semuanya, kami juga menjalankan sanksi yang diterapkan oleh Pemerintah Kota Bogor, ini juga menjadi pembelajaran bagi kami semua," sambungnya.

Simak video 'Langgar Ganjil-Genap Bogor, Pengendara Moge Didenda Rp 250 Ribu':

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)