Bos Laundry Ditangkap Gegara Buang Sampah Medis Pasien Corona di Bogor

M. Sholihin - detikNews
Rabu, 10 Feb 2021 15:18 WIB
Polisi Tangkap Bos Laundry Gegara Buang Sampah Medis
Dua orang yang membuang sampah medis di Bogor ini ditangkap polisi. (Foto: M. Sholihin/detikcom)
Bogor - Polisi menangkap bos usaha cuci pakaian atau laundry dan pegawainya terkait kasus buang sampah medis bekas pasien COVID-19 di Kabupaten Bogor. Keduanya, WD (37) dan IP (21), sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Bogor.

"Kita tangkap dua orang dan susah ditetapkan sebagai tersangka. Kedua orang ini adalah pengusaha laundry (inisial WD) dan sopir di laundry itu," kata Kapolres Bogor AKBP Harun, Rabu (10/2/2021).

Kedua tersangka ditangkap setelah polisi melakukan penyelidikan terkait temuan sampah medis di Kecamatan Tenjo dan Cigudeg. Sedikitnya, ada 60 karung plastik berisi sampah medis yang dibuang pelaku di Bogor.

Kepada polisi, kedua tersangka mengaku sudah tiga kali membuang sampah di Kabupaten Bogor. "Pertama 25 Januari, sampah medis dibuang di lahan sawit di Kecamatan Cigudeg, kemudian 27 Januari di pinggir jalan di Kecamatan Tenjo. Lalu 2 Februari di pinggir hutan di Kecamatan Cigudeg. Jadi dua kali di Cigudeg, satu kali di Tenjo," tutur Harun.

Dari tiga kali aksinya, pelaku membuang 60 karung plastik yang berisi APD, jarum suntik, bungkus obat yang bekas digunakan untuk penanganan pasien COVID-19 di Kota Tangerang. Harun mengungkapkan sampah medis ini berasal dari sebuah hotel di Kota Tangerang yang digunakan untuk isolasi pasien positif COVID-19 berstatus orang tanpa gejala (OTG).

Pihak hotel membayar Rp 1 juta untuk sekali angkut kepada tersangka untuk membuang sampah medis tersebut. "Pihak laundry ini awalnya kerja sama untuk mencuci barang-barang di hotel. Tapi kemudian pihak hotel meminta pihak laundry untuk mengelola, membuang sampah medis. Pihak hotel juga tahu bahwasanya laundry ini bukan perusahaan pengelola limbah, tetapi usaha laundry," tutur Harun.

Kedua tersangka dijerat Pasal 40 ayat 1 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun. Polisi juga menjerat tersangka dengan Pasal 104 jo Pasal 60 dan Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

"Ini masih kita kembangkan ya. Kita akan koordinasi dengan Pemkot Tangerang, pihak hotel juga akan kita panggil untuk dimintai keterangan," ujar Harun. (bbn/bbn)