Sampah Medis Bogor Ternyata dari Hotel Isolasi Pasien Corona di Tangerang

M Sholihin - detikNews
Rabu, 10 Feb 2021 13:48 WIB
Petugas memeriksa belasan karung sampah medis yang dibuang di lahan kosong, Kabupaten Bogor.
Foto: Petugas memeriksa sampah medis yang dibuang di Bogor (istimewa).
Bogor -

Terungkap sudah asal muasal tumpukan sampah medis yang ditemukan di pinggir jalan di Kecamatan Tenjo dan Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu.

Puluhan karung plastik berisi sampah medis tersebut ternyata dari hotel di Kota Tangerang yang dijadikan tempat isolasi pasien positif COVID-19 berstatus orang tanpa gejala (OTG).

"Kita laksanakan penyelidikan terkait adanya temuan sampah medis tersebut. Dari hasil penyelidikan didapati keterangan bahwasannya sampah ini dari salah satu hotel yang dijadikan tempat isolasi bagi OTG di Kota Tangerang," kata Kapolres Bogor AKBP Harun, Rabu (10/2/2021).

Harun menjelaskan hotel dengan inisial PPH dan termasuk hotel bintang 4 ini bekerjasama dengan Pemkot Tangerang, untuk dijadikan tempat isolasi bagi pasien positif COVID-19 dengan status OTG. Kerjasama antara hotel PPH dan Pemkot Tangerang disebut dilakukan sejak 29 Desember 2020 hingga saat ini.

"Kerjasama setiap terminnya itu 14 hari, tapi diperpanjang lagi, diperpanjang lagi. Setiap termin budgetnya 130 juta, di hotel itu ada 113 bed," kata Harun.

Dalam pengolahan sampah, lanjut Harun, pihak hotel awalnya bekerjasama dengan salah satu perusahaan pengelola sampah medis dengan biaya Rp 10 juta sekali angkut. Namun di tengah perjalan, pihak hotel mengalihkan pengelolaan sampah kepada pengelola loundry yang jelas-jelas bukan perusahaan pengelola sampah medis dengan alasan penghematan biaya.

"Namun di tengah perjalanan, karena alasan biaya yang terlalu tinggi, kemudian hotel PPH tanpa sepengetahuan PT. AP (perusahaan pengelola sampah medis) menyerahkan pengelolaan sampah medis kepada pengusaha laundry, bukan untuk mengelola tapi untuk membuang sampah spesifik (medis) ini," beber Harun.

"Alasan hotel meminta pihak laundry membuang sampah ini karena biaya. Kalau ke PT. AP sekali angkut Rp 10 Juta, kalau ke pihak laundry, sekali angkut Rp 1 Juta. Tetapi pihak laundry bukan mengelola sampah medis ini, tetapi dibuang. Dan pihak hotel mengetahui itu," kata Harun menambahkan.

Diberitakan sebelumnya, Belasan karung sampah medis ditemukan ditemukan tergeletak di lahan kosong Desa Tenjo, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Selasa (2/2/2021). Limbah medis yang ditemukan dalam belasan karung tersebut berupa Alat Pelindung Diri (APD) dan masker bekas pakai.

Camat Tenjo, Kurnia Indra menyebut, isi karung sampah tersebut berisi APD dan masker bekas pakai dan bungkus obat-obatan.

"Isinya Macam-macam, ada APD, bekas obat, masker, kalau jarum suntik kayaknya tidak ada. Kalau soal apakah sampah medis itu bekas digunakan untuk penanganan covid atau bukan, itu saya nggak tahu itu. Saya nggak berani simpulkan," kata Kurnia.

Lihat Video: Keterisian Hotel untuk Isolasi Mandiri Pasien Corona di DKI Tembus 90%

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)