Posisi Kadinkes Jabar dan KBB Kosong Jelang Tahun Pertama Pandemi

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 03 Feb 2021 15:39 WIB
Berli Hamdani
Berli Hamdani (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Bandung -

Posisi Kadinskes Jabar definitif kosong memasuki awal tahun 2021 atau jelang tahun pertama pandemi COVID-19. Selain itu, sekretaris dinkes Jabar pun turut dirotasi.

Saat ini, posisi kadinkes Jabar dijabat oleh pelaksana tugas (Plt) Dewi Sartika dari sebelumnya Berli Hamdani. Sedangkan, posisi sekdinkes Jabar dijabat oleh Hadri Pramono, dari sebelumnya Siska Gefrianti.

Dewi Sartika merupakan asisten Pemerintahan, Hukum, dan Kesejahteraan Sosial Setda Jabar. Ia menjadi Plt kadinkes sejak Berli Hamdani yang dirotasi menjadi staf ahli di lingkup Pemprov Jabar. Sedangkan Siska Gefrianti menjadi sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB).

Tak hanya di tingkat provinsi, kosongnya jabatan kadinkes ini juga terjadi di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Bupati KBB Aa Umbara merotasi Kadinkes KBB Hernawan Widjajanto menjadi staf ahli Pemkab Bandung Barat.

Selain kadinkes, Aa Umbara juga merotasi Direktur RSUD Lembang Eisenhower Sitanggang, Direktur RSUD Cikalongwetan Ridwan Abdullah Putra, dan Direktur RSUD Cililin Achmad Okto Rudi.

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengatakan belum adanya kadinkes definitif di Pemprov Jabar dan KBB tak akan mengganggu komitmen untuk menanggulangi pandemi atau pelaksanaan vaksinasi COVID-19.

"Dengan adanya kepala dinas di kabupaten/kota yang belum definitif, termasuk Pemprov Jabar, pelaksanaan vaksin tidak terganggu sedikitpun. Karena pemerintah ini kolektif, bukan one man show. Kalau ada yang kosong di bawah dinas, ada orang-orang yang biasa melakukan tugas teknis, ada sekdis, kabid, kasi dan yang lainnya," ucap Uu, Rabu (3/2/2021).

Uu mengatakan, jangankan setingkat kepala dinas, kepala daerah yang absen pun tak menjadi alasan program pembangunan menjadi mandeg. "Termasuk hari ini, tentang kesehatan tidak akan terganggu. Masyarakat jangan bimbang, jangan ragu meskipun di pemprov belum ada kadinkes yang definitif. Tetapi mereka (dinkes) memiliki kewenangan dan diskresi untuk membuat keputusan karena kewenangan tersebut sudah dibagi oleh pemerintah dan pak gubernur ke dinas masing-masing," tutur Uu.

Terkait masih belum adanya pejabat definitif untuk kadinkes Jabar, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan saat ini masih dalam proses lelang jabatan. "Kita lagi proses lelang, karena proses tidak sederhana. Harus ada izin dari pusat, kita tidak kesulitan hanya masalah waktu saja," ujar Ridwan Kamil di Mapolda Jabar, Selasa (2/2).

(yum/bbn)