Round-Up

Misteri 'Desa Mati' di Majalengka yang Ditinggal Warganya

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 02 Feb 2021 08:30 WIB
Suasana hening begitu terasa ketika memasuki sebuah dusun bernama Tarikolot di Majalengka. Ratusan rumah disana terbengkalai karena ditinggal penghuninya.
Foto: Desa mati di Majalengka (Bima Bagaskara/detikcom).
Bandung - Desa Sidamukti di Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka mendadak viral usai munculnya video yang diunggah di channel youtube Bucin TV. Video itu memperlihatkan kondisi desa tersebut.

Usut punya usut, 'desa mati' itu berada di Dusun Tarikolot yang masih berada di wilayah Desa Sidamukti. Dusun tersebut mulai ditinggalkan warganya sejak tahun 2010 lalu akibat sering terjadinya pergeseran tanah.

Pantauan detikcom di lokasi Dusun Tarikolot, rumah-rumah warga tampak terbengkalai dan tak terurus. Selain terbengkalai, ada juga rumah warga yang tertimbun akibat pergeseran tanah. Jalan di dusun tersebut juga terlihat dipenuhi lumut karena lama tak dilalui.

Meski begitu, masih ada juga warga yang tetap tinggal di Dusun Tarikolot meski bahaya pergerakan tanah mengancam dan bisa terjadi kapan saja. Sementara sebagian besar warga lainnya telah pindah ke tempat relokasi yang disediakan.

Karwan Kepala Desa Sidamukti mengungkapkan warga Dusun Tarikolot mulai pindah ke tempat relokasi sejak tahun 2009 lalu. Hal itu diakibatkan seringnya kejadian pergerakan tanah yang membuat banyak rumah warga rusak hingga tertimbun tanah.

"Kejadiannya itu dari dulu, kalau saya sendiri tahunya dari 2006 pergerakan tanah itu parah. Nah mulai tahun 2009 sampai 2010 warga Dusun Tarikolot ini mulai direlokasi," ucap Karwan saat ditemui detikcom di Balai Desa Sidamukti Senin (1/2/2021).

Karwan menjelaskan Dusun Tarikolot memang berada di zona merah rawan bencana berdasarkan data dari Badan Geologi Bandung. Hal itu terbukti dari seringnya kejadian pergerakan tanah di dusun tersebut.

Bahkan kata Karwan, peristiwa pergerakan tanah dengan skala besar mengancam tiap 20 tahun sekali.

"Melihat data dari Badan Geologi, dusun ini termasuk daerah rawan bencana dan setiap saat itu terjadi perubahan posisi tanah dengan skala kecil. Namun untuk skala besar itu 20 tahun sekali, makanya kenapa di relokasi kita antisipasi tahun 2026 nanti," ucapnya.

Pemerintah Kabupaten Majalengka akhirnya menyediakan lahan untuk dibangun pemukiman baru bagi warga Dusun Tarikolot pada tahun 2009 lalu. Tercatat, di Dusun Tarikolot saat itu terdapat 180 rumah dan 253 kepala keluarga yang semuanya harus direlokasi.

"Disana itu ada 180 rumah dan 253 KK yang harus direlokasi. Akhirnya dibangunlah rumah sejumlah KK itu di Dusun Buahlega yang kondisinya aman dari bencana itu," imbuh Karwan.

Sayangnya kata dia, tidak semua warga Dusun Tarikolot mau direlokasi dan pindah ke tempat baru yang telah disediakan. Saat ini di Dusun Tarikolot masih terdapat sekitar delapan KK yang belum pindah.

Hal itu disebabkan lantaran warga Dusun Tarikolot yang mayoritas bekerja sebagai petani itu merasa keberatan jika harus menempuh jarak yang cukup jauh dari pemukiman baru ke lahan pertaniannya.

"Padahal sudah disediakan lahan dan rumah baru di Dusun Buahlega, tapi ya mungkin karena merasa jauh dari lahannya yang memang dekat dari Dusun Tarikolot, mereka belum mau pindah. Sekarang yang masih bertahan ada 8 KK," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka Agus Permana membenarkan sebagian warga Desa Sidamukti meninggalkan rumahnya akibat peristiwa longsor dan tanah bergerak yang sering terjadi.

"Betul memang itu ditinggalkan karena sering terjadi pergerakan tanah. Beberapa hari lalu juga terjadi lagi itu tanah bergerak," ucap Agus saat ditemui di pendopo Bupati Majalengka.

Ini video 'Penampakan 'Desa Mati' Tak Berpenghuni di Majalengka':

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)