Penyuap Wali Kota Cimahi Segera Disidang di Bandung

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Senin, 01 Feb 2021 20:42 WIB
Poster
ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Bandung -

Kasus suap yang menyeret Wali Kota Cimahi non aktif Ajay Supriatna memasuki babak baru. Penyuap Ajay, Hutama Yonathan sudah dilimpahkan KPK ke pengadilan.

Hutama merupakan pejabat di Rumah Sakit Kasih Bunda Cimahi. Pelimpahan ke Pengadilan Tipikor Bandung dilakukan KPK pada Selasa (1/2/2021).

"Hari ini JPU KPK melimpahkan berkas perkara terdakwa Hutama Yonathan ke PN Tipikor Bandung," ujar Plt Juri Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya.

Dengan dilimpahkannya terdakwa, penahanan Hutama nantinya akan menjadi kewenangan Pengadilan Tipikor Bandung. Hutama sendiri dititipkan penahanannya di rutan Polrestabes Bandung.

"Selanjutnya menunggu penetapan penunjukan Majelis Hakim dan penetapan jadwal persidangan dengan agenda awal pembacaan surat dakwaan," tuturnya.

Adapun Hutama didakwa atas pertama Pasal 5 ayat (1) huruf a UU Tipikor Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP atau Pasal 13 UU Tipikor Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Diketahui, KPK menetapkan Ajay sebagai tersangka penerima suap terkait dengan perizinan pengembangan RS Kasih Bunda Cimahi. Selain Ajay, KPK menetapkan Komisaris RSU Kasih Bunda Hutama Yonathan.

KPK menduga Wali Kota Cimahi Ajay menerima suap Rp 3,2 miliar. Firli Bahuri menjelaskan RSU Kasih Bunda berencana menambah pembangunan gedung pada 2019. Firli menyebut Hutama Yonathan (HY) selaku Komisaris RSU Kasih Bunda melakukan pertemuan dengan Ajay guna mengurus revisi IMB.

"Kemudian diajukan permohonan revisi IMB kepada Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cimahi. Untuk mengurus perizinan pembangunan tersebut, HY selaku pemilik RSU KB bertemu dengan AJM selaku Wali Kota Cimahi di salah satu restoran di Bandung," ujar Firli.

Dalam pertemuan itu, Ajay Priatna diduga meminta uang senilai Rp 3,2 miliar. Penyerahan uang dilakukan oleh staf keuangan RSU Kasih Bunda melalui orang kepercayaan Ajay Priatna.

(dir/mud)