6 Pegawai Satpol PP Pangandaran Kena Corona, 1 Orang Meninggal

Faizal Amiruddin - detikNews
Senin, 01 Feb 2021 08:21 WIB
Poster
Ilustrasi penanganan pasien Corona. (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Pangandaran -

Salah seorang pegawai Satpol PP Kabupaten Pangandaran meninggal setelah dinyatakan terpapar virus Corona. Kepala Satpol PP Kabupaten Pangandaran Undang Sohbarudin membenarkan salah seorang staf honorer di kantornya meninggal dunia, Minggu (31/1).

"Sebelumnya almarhumah menjalani isolasi mandiri di tempat kosnya sejak Rabu 20 Januari," kata Undang Sohbarudin, Senin (1/2/2021).

Pegawai bernama Yeni Puspita itu merupakan salah satu dari enam pegawai Satpol PP Kabupaten Pangandaran yang terkonfirmasi positif COVID-19. "Awalnya ada yang positif COVID-19 di kantor kami, lalu melakukan tracking dan akhirnya diketahui yang terpapar sebanyak enam orang," ujar Undang.

Sebanyak enam orang terpapar COVID-19 itu kemudian menjalani isolasi mandiri di tempatnya masing-masing. "Dalam kurun waktu satu minggu, almarhumah merasakan demam," ucapnya.

Setelah diketahui kondisi yang bersangkutan tidak menunjukkan perbaikan, petugas dari RSUD Pandega Pangandaran menjemputnya untuk menjalani perawatan. "Waktu dijemput yang bersangkutan menolak karena merasa yakin kuat dengan kondisinya," kata Undang.

Pada Sabtu (30/1), keluarganya berhasil membujuk Yeni menjalani perawatan di RSUD Pandega Pangandaran. "Baru satu hari dia dirawat di RSUD Pandega, takdir berkata lain, sekitar pukul 01.00 WIB hari Minggu, dia meninggal dunia," tutur Undang.

Setelah diketahui yang bersangkutan tutup usia, pihak keluarga meminta dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dipatiukur Kota Banjar. Orang tua Yeni menetap di Kota Banjar dan meminta putrinya tersebut dimakamkan di tempat kelahirannya.

KTP almarhumah tercatat sebagai warga Jakarta, karena sebelum bekerja jadi honorer di Satpol PP Kabupaten Pangandaran pernah bekerja di Jakarta. Sementara kelima rekan kantor almarhumah yang terpapar Corona saat ini kondisinya berangsur membaik dan masih menjalani isolasi.

"Kami imbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap wabah COVID-19, jangan menganggap enteng apalagi menyepelekan sampai melanggar protokol kesehatan," ujar Undang menegaskan.

(bbn/bbn)