ADVERTISEMENT

Tuntut Pembayaran Investasi Pohon Jabon, Massa Geruduk Kantor PT GMN

Yudha Maulana - detikNews
Sabtu, 30 Jan 2021 18:55 WIB
Nasabah Pohon Jabon Demo
Puluhan orang menggeruduk kantor PT Global Media Nusantara (Global Agrobisnis) di Jalan Terusan Jakarta Nomor 175, Antapani, Kota Bandung. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Bandung -

Puluhan orang menggeruduk kantor PT Global Media Nusantara (Global Agrobisnis) di Jalan Terusan Jakarta Nomor 175, Antapani, Kota Bandung, Sabtu (30/1/2021). Mereka menuntut agar PT GMN membayarkan hasil investasi IGIST (International Green Invesment System) sesuai perjanjian.

Salah seorang investor dari Nanggroe Aceh Darussalam Syaefullah mengatakan, awalnya ia mengikuti bisnis investasi pohon jabon ini sejak 2011 lalu. Kala itu membayar Rp 62 juta untuk 400 pohon jabon. Dari akad yang dilakukan dengan perusahaan, ia dijanjikan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 260 juta pada tahun 2016.

Pria asal Bireuen itu sempat beberapa kali meminta kepada PT GMN untuk ditunjukkan tempat ratusan pohon jabonnya ditanam, tapi pihak perusahaan tak pernah menyebut lokasi pastinya. "Disebutkan kalau pohon saya di Cianjur, tapi suka tak tepat, malah ditunjuk ke Singajaya, Garut," ujar Syaefullah.

"Kemudian pernah ditunjukkan lokasi pohonnya, tapi yang ditunjuk adalah hamparan pohon," katanya.

Awalnya, ia tertarik untuk bergelut di investasi pohon jabon ini karena pihak perusahaan menyebut akan melakukan penghijauan yang menghasilkan oksigen yang melimpah di Indonesia. PT GMN pun, disebutnya menampilkan sejumlah tokoh publik sehingga orang tertarik dan percaya.

"Panennya lima tahun sekali, saya dapat DP awal pembagian usaha itu Rp 10 juta dari total keuntungan ratusan juta, ya janjinya akan dibayarkan pada termin enam bulan hingga setahun kemudian, tapi hal itu tidak pernah terjadi," ujar Syaefullah.

Nasabah Pohon Jabon DemoSalah satu peserta investasi pohon jabon. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)

Sampai akhirnya pada 2017, perusahaan menghubunginya karena ada perubahan pola panen, dengan optimalisasi. Yakni, pohon jabon milik 'mitra pohon' -sebutan peserta investasi jabon- akan diolah menjadi jam tangan atau produk turunan lainnya.

"Mereka menjanjikan lagi akan menambah keuntungan dari 700 ribu per pohon, menjadi Rp 1.050.000 per pohon, tidak ada realisasinya juga sampai sekarang," katanya.

"Kami meminta komisaris, direktur, dan seluruh manajemen bertanggung jawab atas persoalan ini, beberapa investor ini ada yang rela menjual harta bendanya, rumah, maupun kendaraannya, bahkan tabungan pendidikan anaknya, hingga membatalkan biaya pendaftaran perjalanan ibadah umrah dan hajinya demi investasi ini. Kami menagih janji dan tanggung jawab kalian (PT. GMN/GAB), sebelum kami tagih di akhirat nanti," ujar Syaefullah.

Syaefullah mengatakan, massa yang datang hanya berasal dari Bandung atau Aceh, tapi juga perwakilan 'mitra pohon' dari seluruh wilayah di Indonesia. Massa aksi pun membawa dua karangan bunga yang isinya meminta agar perusahaan membayarkan 'hutang' kepada mitra pohon.

Nurlaela Susanti, asal Kalimantan Timur mengatakan, peserta investasi jabon ini mencapai ribuan orang. Sejumlah peserta pohon jabon ada yang telah meninggal dunia dan meminta agar ahli warisnya menagihkan janji kepada perusahaan.

"Kami tidak mau dan tidak peduli dengan apa yang anda jual di luar itu (pohon jabon), karena apa yang anda jual wajib anda pertanggung jawabkan secepatnya, sebelum nyawa anda dicabut oleh Allah SWT, " ujarnya.

"Kami sudah lelah dengan menempuh jalur damai yang selalu diulur waktu, di PHP dan tidak pernah menemukan titik solusi akan kapan pembayaran keuntungan dilakukan. Bahkan, kami khawatir aset investasi kami hilang tidak berbekas tanpa adanya kejelasan penyelesaian masalah," ujar Nurlaela melanjutkan.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT