19.776 Anak di Jawa Barat Terpapar Corona

Yudha Maulana - detikNews
Jumat, 29 Jan 2021 15:58 WIB
Poster
Ilustrasi virus Corona (Ilustrator: Edi Wahyono)
Bandung -

Penularan virus Corona tak hanya mengancam orang dewasa, anak-anak pun bisa tertular. Sejak pandemi COVID-19 merebak pada awal Maret 2020 lalu, sebanyak 19.776 anak (usia 0 - 18 tahun) di Jawa Barat terpapar oleh virus yang menyerang sistem pernafasan tersebut.

Mayoritas virus tersebut menginfeksi anak usia sekolah (6-18 tahun) dengan jumlah 15.395 kasus. Dari laman Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat (Pikobar) virus Corona menyerang 7.597 anak lelaki usia anak sekolah dan 7.798 anak perempuan usia anak sekolah.

Dari 19.766 kasus penularan yang terlaporkan pada anak, 3.790 dinyatakan masih dalam masa perawatan atau isolasi. 202 di antaranya merupakan anak bayi (0-1 tahun). Sedangkan 15.789 anak telah dinyatakan sembuh atau selesai menjalani isolasi.

Belasan ribu kasus COVID-19 pada anak ini pun tak lepas dari kasus anak yang meninggal. Tercatat 197 anak meninggal dunia akibat COVID-19 selama 10 bulan terakhir. Anak yang paling banyak meninggal anak usia sekolah.

Pikobar merinci, dari 197 kasus kematian pada anak hampir setengahnya merupakan kematian anak usia sekolah. Rinciannya 29 anak lelaki dan 39 anak perempuan. Sementara itu terdapat 7 laporan bayi yang meninggal akibat COVID-19.

Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Jabar Daud Achmad mengatakan, peran orang tua sangat penting dalam menjaga keluarganya agar tak terpapar COVID-19. Ia meminta agar orang tua pun bisa mengurangi aktivitas di luar rumah anak, selain menekankan pentingnya menjaga protokol kesehatan.

"Harus dijaga agar anak-anaknya tidak banyak keluar rumah," ujar Daud saat dihubungi detikcom, Jumat (29/1/2021).

Dokter Spesialis Anak dari RSHS Bandung Kusnandi Rusmil mengatakan usia anak sekolah paling rentan terpapar virus. Kemungkinan, ujar Kusnandi, anak-anak tersebut tertular dari lingkungan sekitarnya atau keluarga dekat.

"Di (RS) Hasan Sadikin banyak yang diisolasi usia remaja, karena dia paling aktif ke mana-mana, main bola segala macam, untuk tingkat fatalitasnya tergantung ketahanan tubuhnya sendiri, kita sedang belajar, kita belum banyak (informasi) mengenai ini, sedang belajar," kata Kusnandi di kediamannya di Bandung, Kamis 5 November 2021.

Oleh karena itu, kata Kusnandi, ia meminta agar orang tua memastikan anak memenuhi protokol kesehatan selama berkegiatan di luar. Selain, itu orang tua pun mesti proaktif juga untuk menjaga kebersihan apabila masuk ke dalam rumah.

Simak juga video 'Tim WHO di Wuhan Bertemu dengan Pejabat China':

[Gambas:Video 20detik]



(yum/bbn)