Setya Novanto-Dada Rosada Alih Profesi Jadi Petani di Lapas Sukamiskin

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 18:13 WIB
Eks Walkot Bandung Dada Rosada dan eks Ketua DPR RI Setya Novano panen padi di Lapas Sukamiskin.
Foto: Eks Walkot Bandung Dada Rosada dan eks Ketua DPR RI Setya Novano panen padi di Lapas Sukamiskin (Istimewa).
Bandung -

Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto kini punya kesibukan baru. Setnov sapaannya, kini sedang sibuk menjadi petani di Lapas Sukamiskin. Kok bisa?

Kalapas Sukamiskin Asep Sutandar membenarkan aktivitas Setnov saat ini terjun ke sawah untuk menggarap lahan pertanian yang berada di area blok lapas khusus koruptor itu. Selain Setnov, ada narapidana koruptor lain yang juga ikut menggarap lahan sawah seperti mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, mantan Koorlantas Polri Djoko Susilo hingga eks Wali Kota Bandung Dada Rosada.

"Ya memang kan di sini ada program kepribadian dan kemandirian seperti selayaknya lapas pada umumnya. Kebetulan di sini ada lahan yang kosong kita manfaatkan untuk palawija, padi dan perikanan. Agak uniknya memang kalau di lapas umurnya kan pidana umum yang menggarap, tapi ini beliau-beliau yang notabene status sosialnya tinggi mau terjun ke sawah," ujar Asep kepada detikcom, Kamis (28/1/2021).

Asep menuturkan penggarapan lahan itu sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Namun beberapa waktu ke belakang, para napi koruptor seperti Setya Novanto mulai giat bersawah.

"Kalau menggarap itu sudah beberapa waktu bulan lalu lah, tapi intinya lebih difokuskan lagi. Sudah ada sebelum saya ke sana. Cuma belum turun semua. Ini baru tergerak," tuturnya.

Menurut Asep, program ini selain bentuk pembinaan, sekaligus untuk memanfaatkan waktu bagi para narapidana khususnya napi koruptor. Sehingga, kata dia, para napi ini memiliki kegiatan dan tak melulu memikirkan dunia luar.

"Kita supaya apa ya, masa covid ini ada kegiatan positif lah di dalam ini. Ya menginginkan suasana yang tidak terlalu berpikir jauh keluar. Situasi di luar juga mengerikan lah. Tapi kan harus ada solusi bagaimana untuk membuat situasi di dalam tidak merasa terkungkung. Ada kegiatan bukan sekedar mengisi waktu, tapi bermanfaat," katanya.

Terjunnya para pejabat 'elit' ke sawah inipun berbuah hasil. Tepat hari ini, padi yang ditanam pun telah panen.

"Hari ini masih padi saja. Totalnya berapa masih diarit ini," kata dia.

Selain padi, Asep mengatakan Lapas Sukamiskin juga membuka lahan untuk perkebunan seperti penanaman untuk obat-obatan, perikanan hingga sayur mayur hidroponik.

"Hasil dari ini sementara masih kita manfaatkan untuk lingkungan dalam. Nanti kalau sudah ini, bisa isi ke supermarket lah," ujar Asep.

(dir/mso)