Kota Depok dan Kabupaten Tasik Terendah Penggunaan Masker-Jaga Jarak

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Senin, 18 Jan 2021 16:32 WIB
Poster
Ilustrasi (Ilustrator: Edi Wahyono)
Bandung -

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengungkapkan ada beberapa daerah yang penerapan protokol kesehatan masih rendah. Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Depok dinilai rendah kepatuhan dalam menggunakan masker hingga jaga jarak.

"Kami punya metode menghitung kedisiplinan warga. Kedisiplinan warga yang tiga M dibagi dua menjaga jarak dan memakai masker. Itu dilaporkan oleh tim dari Satpol PP, TNI dan Polri," ujar Kang Emil sapaan akrabnya di Makodam III Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, Senin (18/1/2021).

Berdasarkan laporan tersebut, Emil menjelaskan, daerah yang tingkat kepatuhan menggunakan masker rendah berada di Kabupaten Tasikmalaya. Daerag yang paling baik di Kabupaten Bekasi.

Sedangkan untuk menjaga jarak, Kota Depok masih dinilai rendah. Sementara Kota Bekasi dinilai lebih baik dibanding daerah lain.

"Jadi daerah paling patuh masyarakatnya memakai masker adalah daerah Kota Bekasi. Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat Kota Bekasi. Paling tidak patuh memakai masker Kabupaten Tasikmalaya. Sementara itu, yang bisa patuh menjaga jarak Kota Bekasi, jadi Kota Bekasi dinilai se-Jabar paling disiplin. Walau pun belum sempurna, tapi paling disiplin dibanding yang lain. Kemudian yang tidak patuh menjaga jarak adalah masyarakat Kota Depok," tuturnya.

"Jadi kepada yang sudah patuh tolong pertahankan. Kepada yang tidak patuh, saya titip kepada wali kota dan bupati untuk terus mengedukasi masyarakatnya, karena tingkat kepatuhan di Jawa Barat antara 60-70 persen, dari rata-rata sebelum PPKM sekitar 50-an sekarang naik memakai maskernya di angka 70 persen dan menjaga jarak di 60 persen," ujar Emil menambahkan.

Emil juga menyebut selama sepekan penerapan PPKM, Jabar diklaim mengalami peningkatan kedisiplinan. "Maka sekarang naik, tadi rata-rata pakai maskernya di atas 60 persen karena pak Kapolda dan pak Pangdam menugaskan lebih proaktif untuk melaporkan dan seterusnya. Nah itu evaluasinya," kata Emil.

(dir/bbn)