Rumah Sakit Lapangan Khusus Pasien Corona di Bogor Resmi Beroperasi

M Solihin - detikNews
Senin, 18 Jan 2021 15:10 WIB
Penampakan rumah sakit lapangan untuk penanganan pasien Corona di Bogor
Penampakan rumah sakit lapangan untuk penanganan pasien Corona di Bogor (Foto: M Solihin)
Bogor - Rumah Sakit Lapangan (RSL) di Kota Bogor resmi beroperasi mulai hari ini, Senin (18/1/2021). RSL ini difungsikan untuk merawat pasien positif COVID-19 yang tidak tertampung di rumah sakit rujukan di Kota Bogor.

"Akhir tahun data menunjukkan lonjakan kasus positif COVID terus meningkat, karena itu akhir tahun kami memutuskan untuk segera membangun rumah sakit lapangan. Saya komunikasi dengan BNPB, saya bicara dengan Pak Doni Munardo, beliau mendukung penuh dan ditargetkan dalam waktu dua minggu dengan dana dialokasikan oleh BNPB," kata Bina usai meninjau RSL, Senin (18/1/2021).

"RS ini untuk pasien positif Covid dengan gejala ringan dan comorbid, dan 70 persen untuk warga kota Bogor dan 30 persen untuk warga luar Kota Bogor, karena rumah sakit ini tidak bisa dibatasi, tetapi pasien Kota Bogor diprioritaskan disini," tambah Bima.

RSL memiliki dua lantai untuk ruang perawatan dengan fasilitas tempat tidur sebanyak 56. Sementara di lantai 1 merupakan ruang UGD dengan ruang perawatan yang memiliki 8 tempat tidur. Sehingga total tempat tidur di RSL sebanyak 64 unit.

Pasien positif COVID-19 di RSL akan ditangani oleh 11 dokter umum yang siap siaga 24 jam dengan 44 perawat. Terkait perawat, akan dilakukan penambahan karena targetnya RSL memiliki 60 perawat.

"RS Lapangan ini berada di bawah RSUD Kota Bogor, pada sistemnya kami hanya merawat pasien Covid yang terkonfirmasi dengan tes PCR yang positif, dan pasien yang rujukan baik dari puskesmas atau berasal dari rumah sakit lain yang kapasitas ruangannya tidak mencukupi," kata Kepala RSL Yetti Heryanti.

Sistem operasional dan perawatan di RSL, kata Yetti, disesuaikan dengan standar kementerian kesehatan dan pelayanan di RSUD Kota Bogor. Mulai dari ruang isolasi, ukuran suhu di ruang bertekanan negatif, hingga penyediaan mobile rontgen untuk pemeriksaan.

"Perawatan setiap pasien antara 7-10 hari, dengan dilakukan tes PCR berulang. Apabila pasien mengalami pemburukan berdasarkan pemantauan, maka pasien akan dikirim ke RSUD Kota Bogor atau rumah sakit lain yang jadi rujukan dan memiliki ruangan cukup," kata Yetti.

"RSUD Kota Bogor juga sudah menyiapkan 1 bed ICU (jika ada pengiriman pasien mendadak) untuk pasien yang berasal dari RSL ini," sambungnya.

Tonton video 'RK: Tingkat Kesembuhan di Jabar Turun Karena Kasus Aktif Naik':

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)