35 Rumah Rusak Akibat Pergerakan Tanah di Gegerbitung Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Selasa, 12 Jan 2021 19:17 WIB
Pergerakan Tanah di Sukabumi
Retakan pergerakan tanah di Gegerbitung Sukabumi. (Foto: istimewa)
Sukabumi -

Puluhan rumah warga di lima perkampungan, Dusun Suradita, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, terdampak pergerakan tanah. Warga menduga intensitas hujan yang tinggi menjadi pemicu bencana alam tersebut.

Sekretaris Desa Ciengang Endi Sunarya mengatakan ada 35 rumah warga di Kampung Balekembang dan Kampung Suradita telah terdampak dari pergerakan tanah itu. "Dari total 35 rumah itu, 23 rumah rusak ringan, 12 rumah rusak sedang dan dua bangunan pendidikan serta dua masjid. 12 rumah merupakan bangunan permanen, sementara yang 23 rumah bangunan panggung. Mayoritas puluhan rumah itu mengalami kerusakan. Seperti retakan di bagian ubin dan dinding rumah," ucap Endi, Selasa (12/01/2021).

Akibat bencana itu puluhan kepala keluarga (KK) yang mengisi 35 rumah terpaksa dievakuasi oleh petugas gabungan ke rumah saudara terdekatnya atau ke lokasi lebih aman. Langkah itu, kata Endi, sebagai antisipasi adanya risiko bencana susulan.

"Saat ini musim hujan. Iya, dikhawatirkan terjadi bencana susulan, maka upaya sedini mungkin warga kita evakuasi terlebih dahulu. Bencana pergeseran tanah itu terjadi sejak beberapa tahun silam. Namun, aktivitas retakan kembali terjadi dan semakin meluas sudah terjadi pada minggu-minggu ini," tuturnya.

Kondisi pergerakan tanah saat ini semakin meluas dan melebar. Kedalaman retakan mencapai empat meter dengan lebar bervariasi mulai 25 sentimeter hingga 30 sentimeter.

"Pergeseran tanah di yang hampir menerjang seluruh perkampungan yang ada di Kedusunan Suradita itu, diduga akibat terus diguyur hujan deras. Terlebih lagi, konstruksi tanah di kampung tersebut sangat labil. Sehingga saat diguyur hujan deras, tanah yang berada di kedusunan itu, langsung mengalami retakan," ucap Endi.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kecamatan Gegerbitung Opik menjelaskan pihaknya memang menemukan adanya pergerakan tahan secara masif dan masih terjadi di wilayah tersebut. "Kita sudah meninjau ke lokasi bencana di sana bersama BPBD Kabupaten Sukabumi. Ternyata ada lima ke RT-an yang telah terdampak dari bencana alam itu," ujar Opik.

Ia meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama sewaktu hujan deras. Imbauan tersebut sebagai salah satu upaya pemerintah dalam mengantisipasi terjadinya resiko bencana alam.

"Pergerakan ini masih terus kita pantau. Lantaran dikhawatirkan dengan cuaca seperti ini dapat berpotensi hal-hal yang tidak diinginkan," ucap Opik.

(sya/bbn)