Kaleidoskop 2020

Misteri Tewasnya Teteh Penjual Jamu-3 Kasus yang Belum Terungkap di Garut

Hakim Ghani - detikNews
Kamis, 31 Des 2020 10:16 WIB
Ilustrasi penemuan mayat wanita (dok detikcom)
Foto: Ilustrasi (dok detikcom)
Garut -

Beragam kasus kejahatan terjadi di Garut selama tahun 2020 ini. Beberapa kasus tersebut belum berhasil terungkap dan hingga kini masih menjadi misteri.

Berdasarkan catatan detikcom, setidaknya ada lima kejadian kriminal yang hingga saat ini belum berhasil terungkap. Berikut merupakan kelima kasus tersebut:

1. Ladang Ganja di Gunung Guntur

Anggota TNI dan Polri di Kabupaten Garut menemukan sebuah ladang yang ditumbuhi puluhan pohon yang ganja di wilayah Gunung Guntur.

Ladang ganja tersebut ditemukan di Gunung Guntur Blok Curug Cileungsing, Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler pada Sabtu, 18 Januari 2020.

"Ada masyarakat yang melaporkan informasi adanya pohon ganja yang ditanam di Gunung Guntur kemudian kami telusuri informasi tersebut," ujar Danramil 1111/Tarogong Kapten Infanteri Dedi Saepulloh saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu 18 Januari malam.

Ada puluhan tanaman diduga ganja yang berhasil ditemukan petugas di lokasi. Setelah ditemukan, petugas kemudian mengevakuasi tanaman tersebut dan membawanya ke Mako Polres Garut untuk diteliti.

Pertanyaan siapa pemilik ladang ganja tersebut kemudian muncul. Hingga saat ini sang pemilik belum diketahui oleh polisi. Kasat Narkoba Polres Garut saat itu, AKP Cepi Hermawan mengatakan, polisi sedang melakukan penyelidikan dan memburu pemilik ladang.

"Saat ini pohon ganja sudah kami evakuasi dan akan dicari tahu asal usulnya," ucap Cepi Hermawan saat dikonfirmasi detikcom, Minggu, 19 Januari.

2. Misteri Tewasnya Kakek ODGJ

Seorang warga Garut bernama Aep (60) tewas setelah diduga dianiaya orang tak dikenal. Siapa pembunuh Aep hingga kini masih menjadi teka-teki.

Peristiwa tersebut terjadi Rabu, 5 Februari 2020 di kawasan Kampung Bantar Jati, Desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi. Aep diketahui merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang dirawat di salah satu yayasan yang khusus mengobati pasien ODGJ.

"Kasusnya sedang kami dalami," ucap Kapolsek Banyuresmi Kompol Krisna Irawan kepada wartawan saat itu.

Krisna menjelaskan Aep ditemukan oleh salah seorang pengurus yayasan dalam keadaan berlumuran darah di peternakan hewan milik yayasan.

Setelah ditemukan pengurus yayasan, korban kemudian dibawa ke rumah sakit. Korban sempat dirawat di RSUD dr Slamet, Garut. Namun nyawanya tidak tertolong.

Polisi tengah mendalami kasus ini. Diduga kuat, korban dianiaya oleh orang tidak dikenal menggunakan senjata tajam.

Hingga kini kasus tersebut belum terungkap. Siapa dan apa motif pembunuhan kakekODGJ itu belum diketahui.

Selanjutnya
Halaman
1 2