Kesal Sering Diminta Uang Jajan, RA Keroyok dan Bacok Anak Tirinya

Ismet Selamet - detikNews
Jumat, 25 Des 2020 19:40 WIB
Ayah tiri di Cianjur tega menganiaya anaknya sendiri gegara emosi
Ayah tiri di Cianjur tega menganiaya anaknya sendiri gegara emosi (Foto: Ismet Selamet)
Cianjur -

Seorang remaja asal Gununghalu Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat nyaris tewas dianiaya dikeroyok hingga dibacok ayah tiri dan dua pelaku lainnya. Bahkan korban dua kali dieksekusi di wilayah Cianjur, hanya karena pelaku kesal lantaran anak tirinya sering meminta uang dan ngamuk.

Awalnya RA (23) yang merupakan ayah tiri korban dan dua pelaku lainnya yakni RH dan P mengajak korban dengan alasan jalan-jalan ke Cianjur menggunakan mobil rentalan.

Namun saat berada di kawasan perkebunan teh di Kecamatan Campaka, korban dibawa ke luar mobil dan dikeroyok tiga pelaku hingga lemas.

Tidak sampai di situ, korban kembali dimasukkan ke dalam mobil dan bawa ke Kecamatan Haurwangi perbatasan Cianjur dan Kabupaten Bandung Barat.

Di lokasi kedua, korban yang masih berusia 17 tahun itu dihajar para pelaku di dalam mobil.

"Tapi korban berhasil melawan, meskipun aksi perlawanannya itu membuat korban mengalami luka bacokan di bagian pelipis, kepala dan punggung. Di lokasi kedua ini korban berhasil menyelamatkan diri," ujar Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Anton, Jumat (25/12/2020).

Berdasarkan laporan korban, polisi langsung menangkap para pelaku. Namun polisi baru berhasil menangkap dua pelaku yakni RA dan RH, sedangkan satu pelaku lainnya kabur.

"Satu pelaku lainnya DPO," tuturnya.

Anton mengungkapkan pelaku yang sudah menikah dengan ibu korban nekat melakukan aksinya karena kesal anak tirinya tersebut sering jajan dan meminta uang dalam jumlah besar.

"Tindakan itu tidak dibenarkan, apalagi korban masih di bawah umur," ucap dia.

Anton mengatakan para pelaku dijerat dengan pasal 340 junto 53 ayat 1 KUHP dan pasal 80 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Para pelaku terancam kurungan16 tahun penjara," tuturnya.

Sementara itu, RA (23) pelaku sekaligus ayah tiri korban, mengaku jika dirinya kesal karena anaknya sering membuat onar dan meminta uang untuk sekadar foya-foya.

Bahkan menurutnya korban yang usianya hanya selisih 6 tahun di bawahnya itu sering ngamuk jika tak diberi uang.

"Kesal karena anak tiri saya sering ngamuk, datang ke rumah minta uang kemudian pergi. Kalau habis datang lagi minta uang sambil ngamuk lagi. Sekali minta jutaan rupiah, untuk minum dan traktir temannya," kata dia.

(mud/mud)