Jumlah Kasus UU ITE di Banten Meningkat Sepanjang 2020

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Selasa, 22 Des 2020 19:38 WIB
FORT LAUDERDALE, FL - MARCH 07:  Lt. Mike Baute from Floridas Child Predator CyberCrime Unit talks with people on instant messenger during the unveiling of a new CyberCrimes office March 7, 2008 in Fort Lauderdale, Florida. One of the people on the other side of the chat told Lt. Baute, who is saying he is a 14-year-old girl, that he is a 31-year-old male and sent him a photograph of himself. According to current statistics, more than 77 million children regularly use the Internet. The Federal Internet Crimes Against Children Task Force says Florida ranks fourth in the nation in volume of child pornography. Nationally, one in seven children between the ages of 10 and 17 have been solicited online by a sexual predator.  (Photo by Joe Raedle/Getty Images)
Ilustrasi cyber crime (Foto: Gettyimages)
Serang -

Jerat pidana, khususnya kasus ITE, yang ditangani Kejaksaan Tinggi Banten meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Dari 301 perkara, 40 di antaranya adalah jerat UU ITE.

Kepala Kejati Banten Asep Nana Mulyana mengatakan pidana umum di Kejati memang bergantung pada jumlah surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) dari polisi dan PPNS Pemprov. Yang masuk sepanjang 2020, totalnya ada 301 perkara dan 288 di antaranya sudah tahap dua dan sisanya sudah disidangkan.

"301 perkara ini penyidikan di wilayah provinsi," kata Asep di Jalan Serang-Pandeglang, Selasa (22/12/2020).

Ia melanjutkan, perkara pidana ini mulai dari masalah pencurian, pembunuhan sampai narkotik. Tapi, di tahun ini, bidang pidana umum nihil menyidik kasus terkait terorisme.

Selain itu, Asep mengatakan pidana ITE ini disebabkan oleh penggunaan internet dan medsos yang semakin masif. Makanya, ia mengajak semua pihak agar bijak menggunakannya.

"Sekali mengetik ada konsekuensinya," ujar Asep.

Selanjutnya
Halaman
1 2