Mahfud Harus Tanggung Jawab soal HRS, Pakar UPI: RK Ungkap Fakta Politik

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 16 Des 2020 17:18 WIB
Ridwan Kamil
Ridwan Kamil (Foto: Dony Indra Ramadhan)
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta Menkopolhukam Mahfud MD untuk ikut bertanggung jawab terkait kekisruhan yang muncul sejak Habib Rizieq Shihab (HRS) mendarat di Tanah Air. Sebabnya, di awal Mahfud mengizinkan dilakukannya penjemputan Imam Besar FPI itu di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang pada 10 November 2020 lalu.

Pakar politik dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Karim Suryadi melihat, tak ada motif politik dalam pernyataan pria yang akrab disapa Kang Emil itu di Mapolda Jabar siang tadi. Menurutnya, Kang Emil justru mengungkap fakta politik yang sebenarnya.

"Bentuk tanggung jawab dan sekaligus profesionalitas Ridwan Kamil dalam melihat dan menyelesaikan kasus ini, ada akar persoalan yang terletak pada mereka yang harus bertanggung jawab tapi, tak mau mengambil tanggung jawab dan menimpakan beban kesalahan kepada polda dan kepala daerah ya, dimana Mahfud md sebagai salah satu pihak yang memberikan sinyal," kata Karim saat dihubungi, Rabu (16/12).

"Penyambutan massa HRS itu di awal seperti dibiarkan bukan hanya oleh Mahfud MD, tapi juga pihak lain, misal kenapa BIN tidak beroperasi kalau memang melarang, pihak Istana tidak melarang, kalau pulang ya pulang saja, jadi menurut saya Mahfud MD seperti gunung es,"

Karim mengatakan, Ridwan Kamil sedianya tak hanya membidik Mahfud MD sebagai satu-satunya pihak yang harus ikut bertanggung jawab. Tetapi, juga segelintir orang di lingkungan istana dan otoritas keamanan yang lebih tinggi, tidak hanya di lingkungan Polda Jabar dan Polda DKI Jakarta.

"Saya tidak melihat ada motif politik di balik pernyataan RK, akan menembak siapa, menyeret siapa, menurut saya RK mengungkap fakta politik yang sebenarnya, jangan sampai ada pihak lain yang seharusnya bertanggung jawab tapi menimpakan itu kepada polisi daerah dan gubernur, dalam hal ini gubernur DKI dan gubernur Jabar," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2