FKP2B: Empat Pengikut HRS yang Buron Harus Dilindungi LPSK

Yudha Maulana - detikNews
Senin, 07 Des 2020 19:57 WIB
Penampakan mobil polisi yang terlibat dalam baku tembak dengan pengikut Habib Rizieq di Tol.
(Foto: Penampakan mobil polisi yang terlibat dalam baku tembak dengan pengikut Habib Rizieq di Tol. (ist)
Bandung -

Enam dari sepuluh pengikut Habib Rizieq Shihab (HRS) menemui ajalnya di Jalan Tol Jakarta - Cikampek pada Senin (7/12) dini hari. Mereka ditembak personel Polda Metro Jaya karena disebut melakukan penyerangan kepada polisi yang melakukan penyelidikan.

Pengamat kebijakan publik dari FKP2B Syafril Sjofyan menilai Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) harus turun tangan dalam memberikan perlindungan kepada empat orang pengikut yang melarikan diri.

"Demi masyarakat Indonesia bisa mendapatkan kebenaran yang objektif dari kasus tersebut. LPSK harus segera turun tangan melakukan perlindungan kepada empat orang tersebut. Mereka adalah saksi yang langsung melihat dan mengalami kejadian tersebut, jangan sampai sebagai saksi mereka dapat juga dihilangkan nyawanya," ujar Sjofyan kepada detikcom, Senin (7/12).

Sesuai ketentuan Pasal 1 angka 3 UU 13/2006, katanya, LPSK adalah lembaga yang bertugas dan berwenang untuk memberikan perlindungan dan hak-hak lain kepada saksi dan/atau korban.

Menurutnya, terdapat dua versi kronologi yang berkembang tentang kasus ditembak matinya simpatisan Imam Besar FPI tersebut. Baik versi Polri dan versi ahli hukum HRS tentang yang menyerang sehingga menjadi korban nyawa.

"Menurut polisi ada empat orang lagi yang melarikan diri, dan akan diburu sampai dapat," katanya.

Sementara itu Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajarannya untuk membantu Polda Metro Jaya mencari empat orang pengikut HRS yang melarikan diri. Empat orang itu diduga menyerang polisi yang tengah melakukan penyelidikan.

"Kabareskrim menyampaikan bahwa Bareskrim akan mem-back-up Polda Metro Jaya, mencari empat pelaku lainnya yang melarikan diri sampai ketemu," tutur Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam keterangan tertulis, Senin (7/12).

Argo menuturkan, anggota Polda Metro Jaya ditodong dengan senjata api dan senjata tajam oleh pengikut HRS. Anggota polisi pun, katanya, akan membuat laporan terkait peristiwa tersebut.

"Anggota yang menjadi korban akan membuat laporan polisi," katanya.