KPK Geledah Kantor dan Rumah Wali Kota Cimahi

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kamis, 03 Des 2020 21:09 WIB
Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna
Wali Kota Cimahi jadi tersangka kasus suap/Foto: Kadek/detikcom
Cimahi -

Penyidik KPK menggeledah sejumlah tempat di Cimahi berkaitan suap izin yang menyeret Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna. Penyidik menyita sejumlah dokumen termasuk catatan penerimaan uang.

Plt Jubir KPK Ali Fikri mengatakan tim penggeledahan dilakukan di empat lokasi di Cimahi. Tim penyidik KPK melakukan penggeledahan selama dua hari dari Rabu (2/12) hingga tadi, Kamis (3/12/2020).

"Tim Penyidik KPK melakukan penggeledahan pada empat lokasi di Kota Cimahi yaitu Kantor Walikota Cimahi, Rumah Walikota Cimahi, RSU KB dan Kantor PT Trisaksi Megah," ujar Ali Fikri via pesan singkat.

Dalam penggeledahan tersebut, penyidik KPK menemukan beberapa dokumen mulai dari catatan penerimaan uang hingga dokumen pengajuan izin.

"Dalam penggeledahan ini penyidik telah mengamankan beberapa dokumen berupa catatan penerimaan keuangan yang diduga diterima oleh Tsk AMP dan juga dokumen terkait pengajuan izin RSU KB," tuturnya.

"Penyidik akan segera melakukan penyitaan atas dokumen tersebut setelah dilakukan analisa lebih dahulu terhadap dokumen-dokumen dimaksud," kata Ali menambahkan.

Diketahui, KPK menetapkan Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna sebagai tersangka penerima suap terkait dengan perizinan pengembangan Rumah Sakit Kasih Bunda Cimahi. Selain Ajay, KPK menetapkan Komisaris RSU Kasih Bunda Hutama Yonathan.

"Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan dan sebelum batas waktu 24 jam sebagaimana diatur dalam KUHAP, dilanjutkan dengan gelar perkara, KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji oleh Penyelenggara Negara terkait perizinan di Kota Cimahi Tahun Anggaran 2018-2020," kata Ketua KPK Firli Bahuri, dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (28/11).

Berikut 2 tersangka yang ditetapkan KPK:

Sebagai penerima:
1. Ajay Muhammad Priatna

Sebagai Pemberi:
1. Hutama Yonathan

(dir/ern)